A.
Scanner
Scanner adalah sebuah alat yang dapat
berfungsi untuk meng copy atau menyalin gambar atau teks yang kemudian disimpan
ke dalam memori komputer. Dari memori komputer selanjutnya, disimpan dalam
harddisk ataupun floppy disk. Fungsi scanner ini mirip seperti mesin fotocopy,
perbedaannya adalah mesin fotocopy hasilnya dapat dilihat pada kertas sedangkan
scanner hasilnya dapat ditampilkan melalui monitor terlebih dahulu sehingga
kita dapat melakukan perbaikan atau modifikasi dan kemudian dapat disimpan
kembali baik dalam bentuk file text maupun file gambar.
Scanner merupakan satu-satunya alat yang bisa mengubah gambar komik
kita dari goresan tangan menjadi data digital yang memungkinkan untuk di-edit
melalui komputer. Akan tetapi sebagian komikus masih belum mengetahui seluk
beluk piranti komputer ini sehingga mereka langsung saja menggunakannya tanpa
mempedulikan hasil yang akan diperoleh. Namun adakalanya gambar hasil scanning
tidak memuaskan selera. Gambar pecah-pecah, bercak-bercak, dan warna lebih
gelap seringkali mengurangi kualitas gambar komik yang telah kita lukis. Yang
pertama-tama menjadi kekhawatiran kita adalah apakah scanner mengalami gangguan
atau, lebih buruk lagi, apakah kita telah terjebak dalam permasalahan scanner,
dimana hal itu hanya dipahami oleh spesialis seni komputer ulung? Tapi cobalah
tenang sedikit. Ingat bahwa scanner hanyalah alat perekam seperti halnya
peralatan stereo, kita mungkin harus menyetel bass dan treble agar mndapatkan efek
yang diinginkan.
Seperti halnya alat elektronik pada
umumnya, scanner pun perlu perawatan untuk menjaga performa kerjanya..Tanpa
disadari, terjadinya berbagai gangguan merupakan akibat dari cara pemakaian
yang tidak benar. Langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga kinerja scanner
adalah kita sebaiknya tidak menyentuh permukaan kaca pada scanner. Selain dapat
menyebabkan terjadinya goresan, minyak dan kotoran yang menempel, juga dapat
merusak permukaan kaca, sehingga bisa mempengaruhi hasil cetakan.
Jika
ingin membersihkan bagian permukaan kaca ini, gunakanlah lap dengan bahan
microfiber sehingga tidak ada serat kain yang tertinggal. Ketika memindai
materi gambar dari buku atau majalah yang tebal, sebaiknya tidak menggunakan
penutup scanner untuk menekannya. Jika dipaksakan hal tersebut bisa dapat
menyebabkan engsel pada penutup scanner rusak atau mengendur.
Disamping
itu, kebersihan scanner pun perlu dijaga. Kotoran pada perangkat ini, biasanya
disebabkan oleh debu dan kotoran yang terselip dibeberapa bagian. Apabila
didiamkan, bukan tidak mungkin akan bisa mengganggu karena penumpukan debu
tersebut, apalagi jika terdapat goresan. Untuk itu ada baiknya ada
membersihkannya dengan kapas dan sedikit cairan alcohol, menggosoknya dengan
lembut. Sebelum memulainya, perlu dipastikan tidak ada aliran listrik yang
melalui perangkat keras tersebut.
B.
Problematika Scanner
Ø Jenis
Scanner :
1. Flatbed
scanner: scanner ini berbentuk seukurang dengan kertas folio sehingga seperti
mesin fotocopy dengan ukuran yang kecil.
2. Handy
scanner: scanner ini bentuknya postcard yang biasa kita jumpai pada supermarket
atau minimarket karena digunakan pada mesin kasir untuk membaca harga barang
yang tertera pada barcode.
3. Print
Scan Copy (PSC) : merupakan perangkat yang mempunyai multifungsi diantaranya
bisa digunakan sebagai scanner, bisa digunakan sebagai printer dan bisa
digunakan untuk mesin fotocopy.
Ø Komponen
scanner :
1. Alas
kaca, digunakan sebagai wadah dari gambar yang akan dibaca.
2. Sumber Cahaya, berupa lampu dengan intensitas
cahaya cukup tinggi akan menghasilkan cahaya yang diarahkan ke gambar.
3. Sensor
sinal pantulan, Jenis yang umum digunakan untuk jenis scanner flat bed adalah
sensor CCD (charge coupled devices). Alat ini berfungsi seperti mata yang akan
membaca sinar pantulan dari gambar Untuk mengarahkan sampai ke CCD, cahaya
pantulan dari gambar diarahkan dengan menggunakan sejumlah cermin dan lensa
scanner.
4. Motor
Stepper dan pita bergerigi
Karena data dibaca baris perbaris, maka dibutuhkan motor stepper dan pita bergerigi untuk menggerakan lampu dan CCD.
Karena data dibaca baris perbaris, maka dibutuhkan motor stepper dan pita bergerigi untuk menggerakan lampu dan CCD.
5. Penutup
Penutup digunakan untuk menghindari sinar luar yang masuk, sehingga data yang dibaca oleh CCD benar-benar data pantulan dari gambar yang sedang dibaca.
Penutup digunakan untuk menghindari sinar luar yang masuk, sehingga data yang dibaca oleh CCD benar-benar data pantulan dari gambar yang sedang dibaca.
Ø Permasalahan
pada scanner
1. Gambar
hasil scan pecah-pecah : Coba untuk men-scan sedikit lebih besar daripada
resolusi minimum dan sesuaikan kualitas warnanya (hitam-putih> grayscale,
berwarna> 32-bit).
2. Gambar
hasil scan kotor dan berbercak : Mungkin saja permukaan kaca scanner kotor atau
berjamur. Lepas kaca tersebut dari scanner dan bersihkan dengan kain lembut dan
cairan pembersih kaca.
3. Gambar
belang sebelah : Jika gambar hasil scan memiliki belang berwarna kuning, biru,
merah, atau lainnya, bisa jadi disebabkan oleh scanner yang terlalu lama
dinyalakan. Lebih baik scanner-nya dimatikan dulu selama beberapa saat sampai
dingin, lalu gunakan lagi.
4. Gambar terlihat besar di layar monitor : Ukuran
gambar yang ditayangkan oleh layar monitor tergantung dari resolusi
tampilannya, sehingga jauh berbeda dengan ukuran gambar sebenarnya dalam bentuk
kertas. Gambar asli kamu secara metrik tetap memiliki ukuran yang sama, tidak
berubah.
5. Warna
gambar asli dengan warna gambar di monitor berbeda : Sebenarnya warna yang
telah dipindai oleh scanner tidak salah. Hal tersebut disebabkan karena
perbedaan penampilan warna antara monitor dengan gambar asli. Gambar asli
menampilkan warna melalui pematulan cahaya dari media kertas sedangkan monitor
menampilkan warna dengan menyorotkan cahaya dari tabung fosfornya ke mata kita.
Untuk mengatasi masalah ini kita perlu melakukan kalibrasi terhadap layar
monitor yang caranya akan kita bahas nanti.Top of Form
6. Gambar
hasil scan terlihat kabur : Proses scan berjalan dengan lancar dan seolah-olah
tidak terjadi masalah pada scanner. Tetapi setelah Anda melihat hasilnya,
gambar hasil scan terlihat tidak jelas dan kabur seperti terkena efek blur.
Jangan terlalu pusing untuk masalah seperti ini, ada beberapa hal yang dapat
Anda ikuti untuk mengembalikan scanner Anda pada posisi normal.
C.
Perawatan Scanner
Berikut
ini merupakan cara perawatam scanner
1.
Bersihkan bagian luar scanner dengan
kain lembut, hindari penggunaan kain yang kasar, karena bisa menimbulkan
goresan.
2.
Jangan menggunakan campuran acetone,
bensin, atau karbon tetrakhlorida pada permukaan kaca dari scanner. Hal ini
bisa merusak lapisan kacanya.
3.
Jangan menggunakan bahan yang mengandung
alkohol isoprofil pada bagian kaca tersebut, karena meninggalkan noda dan
membuat buram kacanya.
4.
Matikan scanner, dan cabut colokan
listriknya. Buka tutup covernya, bersihkan lapisan kacanya dengan kain yang
lembut, yang bisa dibubuhi pembersih kaca yang ringan.Bubuhkan pembersih
tersebut pada kain terlebih dahulu, jangan langsung ke kacanya. Lalu, sekalah
perlahan-lahan dengan kain lembut yang bersih.
5.
Setiap kali selesai menggunakan scanner,
bila tidak dipakai dalam waktu lama, sebaiknya adaptornya dicabut, agar tidak
panas. Atau ditambah tombol On/Off di colokannya.
6.
Biasakan menggunakan cover untuk scanner
saat selesai menggunakan alat tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar