Jumat, 03 Juli 2015

POSISI DAN URGENSI EVALUASI DALAM PENDIDIKAN




    







RESUME (KE-1)
POSISI DAN URGENSI EVALUASI DALAM PENDIDIKAN

A.      Intisari
Evaluasi Pendidikan mempunyai tujuan yaitu untuk mendapatkan  data yang  mengarah kepada pembuktian akan keberhasilan dalam mencapai tujuan kurikulernya. Dari sini guru dapat ngukur keefektifan belajar dalam kegiatan pembelajaran, penggunaan metode belajar dan evaluasi pengalaman belajar.
Kedudukan evaluasi dalam pendidikan  sangat penting, dan bahkan dapat dipandang sebagai bagian yang tak terpishkan dengan keseluruhan proses belajar dan pembelajaran. Penting karena dengan evaluasi akan diketahui faktor-faktor apa saja yang menjadikan penyebab belajar dan pembelajaran tersebut berhasil dan faktor-faktor apa saja yang menjadikan penyebab belajar dan pembelajaran tidak atau belum berhasil.
Dengan evaluasi juga diketahui dimanakah letak kegagalan dan kesuksesan belajar dan pembelajaran. Padahal diketahuinya hal tersebut, akan dapat dijadikan sebagai titik tolak dalam mengadakan perbaikan belajar dan pembelajaran.
Evaluasi juga punya kedudukan yang tak terpisahkan dari belajar dan pembelajaran secara keseluruhan, karena strategi belajar dan pembelajaran, proses belajar dan pembelajaran menempatkan evaluasi sebagai salah satu langkahnya.

B.       Analisis
Evaluasi adalah merupakan alat pengukuran akan ketercapaian suatu tujuan. Contohnya;  ketika seorang guru akidah akhlak memberikan pembelajaran tentang Iman kepada Rasul-rasul Allah dengan metode dan teori yang digunakan, akan nampak keberhasilan pembelajaran bagi siswa bila siswa tersebut dapat menjawab berbagai instrumen penilaian yang dibuat guru. Kegiatan tesebut disebut dengan evaluasi (Penilaian hasil belajar).
Penilaian hasil belajar merupakan aktivitas yang sangat penting dalam proses pendidikan. Semua proses di lembaga pendidikan formal pada akhirnya akan bermuara pada hasil belajar yang diwujudkan secara kuantitatif berupa nilai.
Hasil belajar siswa tidak selalu mudah untuk dinilai.Sebagaimana diketahui, tujuan pembelajaran meliputi ranah kognitif, afektif dan psikomotor. Ranah pengetahuan (kognitif) dan sikap (afektif) relatif sulit untuk diamati, meski pun dapat diukur.
Dengan menggunakan  instrumen, diperoleh data yang mencerminkan ketercapaian tujuan pembelajaran pada seorang peserta didik. Data ini selanjutnya harus diolah dan dimaknai sehingga menjadi informasi yang bermakna. Selain itu berdasarkan data tersebut penilai dapat membuat keputusan mengenai status seorang peserta didik, misalnya naik atau tidak naik kelas, lulus atau tidak lulus.
Maka posisi evaluasi pendidikan bagi para guru adalah sebagai alat
Pengukuran keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran dan mengukur ketepatan penggunaan metode pembelajaran. Sedangkan bagi lembaga pendidikan, evaluasi ini dapat digunakan untuk mengukur ketepatan kurikulum dan sistem pembelajaran yang digunakan.

C.       Buku Sumber
1.        Prinsip-prinsip dan Tekni Evaluasi Pembelajaran, Drs. M. Ngalim Purwanto, MP, PT Remaja Rosdakarya, Bandung, 2012
                          

Tidak ada komentar:

Posting Komentar