RESUME (KE-2)
KONSEP DASAR
EVALUASI
(Definisi,
Tujuan dan Fungsi)
A.
Intisari
Dalam
arti luas, evaluasi adalah merencanakan, memperoleh dan menyediakan informasi
yang sangat diperlukan untuk membuat alternatif keputusan (Mehrens and Lehmann,
1978:5). Evaluasi tersebut merupakan kegiatan yang sengaja direncanakan dan
dilakukan memperoleh keputusan.
Sedangkan
tujuan evaluasi adalah untuk mengukur keberhasilan suatu proses atau metode
yang disesuaikan dengan tujuan kegiatan tersebut. Tujuan lainnya adalah sebagai
sarana untuk untuk mengambil suatu keputusan bahwa metode pembelajaran itu
cocok digunakan atau tidak cocok, layak atau tidak layak, sehingga hasilnya
dapat diperoleh suatu keputusan.
Adapun
fungsi evaluasi adalah; pertama, untuk mengetahui perkembangan peserta didik
setelah melaksanakan proses pembelajaran, yaitu ada dan tidak adanya perubahan
antara sebelum dan sesudah proses pembelajaran. Mungkin serta didik diantara peserta didik itu ada
yang sudah mengalami proses perubahan tingkah laku dan ada yang belum. Kedua,
untuk mengetahui keberhasilan program pembelajaran, yaitu berhubungan dengan
metode yang digunakan. Cocok dan tidak cocoknya metode yang digunakan akan
terlihat dari hasil evalusai tersebut. Ketiga, sebagai bahan pertimbangan dan
perbaikan penggunaan kurikulum di sekolah yang bersangkutan. Hal ini
dikembalikan kepada sekolah atau yang menyelenggarakan program pendidikan,
kurikulum mana yang sesuai dengan keadaan sekolah atau yayasan yang
bersangkutan dengan melihat berbagai faktor dan kendala yang ada.
B.
Analisis
Dari uraian di atas
dapat diambil suatu kesimpulan bahwa evaluasi pembelajaran itu merupakan suatu kegiatan yang disusun dan
direncanakan untuk dilaksanakan oleh seorang guru dengan tujuan untuk mengukur
ketercapaian proses pembelajaran yang direncanakannya sesuai dengan tujuan
pembelajaran.
Mengapa
evaluasi itu sangat diperlukan? Bagi seorang guru yang mau dikatakan sukses
dalam memberikan pembelajaran pada siswanya, maka evaluasi ini penting
dilaksanakan dengan secara berkala. Maksudnya bahwa apabila guru ingin
mengetahui seberapa banyak terjadi perubahan tingkah laku siswanya dari pembelajaran
yang telah dilaksanakannya, maka guru tersebut harus melakukan evaluasi. Fungsi
dari evaluasi yang dimaksud untuk menentukan bahwa pembelajaran dengan metode
yang digunakannya itu perlu ditindak lanjuti atau dirubah dengan metode lainnya
yang dianggap sesuai dengan karakeristik siswa.
Contohnya;
seorang guru fikih memberikan materi pembelajaran bersuci dari hadats kecil
(wudlu) hanya dengan metode ceramah dan tanya jawab. Kemudian dia melakukan
evaluasi dengan mempraktekan gerakannya. Ternyata ada beberapa siswa yang tidak
bisa mempraktekan tatacara berwudlu tersebut. Maka guru tersebut membuat
keputusan dengan merubah metode pembelajarannya dengan metode demonstrasi
(praktek). Ternyata setelah dievaluasi kembali seluruh siswa dapat mempraktekan
tatacara berwudlu dengan baik dan benar. Berarti tujuan pembelajaran dapat
tercapai dengan metode tersebut.
Dari
ilustrasi di atas dapat dikatakan bahwa dengan evaluasi maka guru dapat
menentukan untuk menggunakan atau mengganti metode pembelajaran sesuai dengan
indikator dan tujuan pembelajaran.
C.
Buku Sumber
1.
Prinsip-prinsip dan Tekni Evaluasi
Pembelajaran, Drs. M. Ngalim Purwanto, MP, PT Remaja Rosdakarya, Bandung, 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar