Jumat, 03 Juli 2015

KONSEP DASAR EVALUASI









RESUME (KE-2)
KONSEP DASAR EVALUASI
(Definisi, Tujuan dan Fungsi)

A.      Intisari
Dalam arti luas, evaluasi adalah merencanakan, memperoleh dan menyediakan informasi yang sangat diperlukan untuk membuat alternatif keputusan (Mehrens and Lehmann, 1978:5). Evaluasi tersebut merupakan kegiatan yang sengaja direncanakan dan dilakukan memperoleh keputusan.
Sedangkan tujuan evaluasi adalah untuk mengukur keberhasilan suatu proses atau metode yang disesuaikan dengan tujuan kegiatan tersebut. Tujuan lainnya adalah sebagai sarana untuk untuk mengambil suatu keputusan bahwa metode pembelajaran itu cocok digunakan atau tidak cocok, layak atau tidak layak, sehingga hasilnya dapat diperoleh suatu keputusan.
Adapun fungsi evaluasi adalah; pertama, untuk mengetahui perkembangan peserta didik setelah melaksanakan proses pembelajaran, yaitu ada dan tidak adanya perubahan antara sebelum dan sesudah proses pembelajaran. Mungkin   serta didik diantara peserta didik itu ada yang sudah mengalami proses perubahan tingkah laku dan ada yang belum. Kedua, untuk mengetahui keberhasilan program pembelajaran, yaitu berhubungan dengan metode yang digunakan. Cocok dan tidak cocoknya metode yang digunakan akan terlihat dari hasil evalusai tersebut. Ketiga, sebagai bahan pertimbangan dan perbaikan penggunaan kurikulum di sekolah yang bersangkutan. Hal ini dikembalikan kepada sekolah atau yang menyelenggarakan program pendidikan, kurikulum mana yang sesuai dengan keadaan sekolah atau yayasan yang bersangkutan dengan melihat berbagai faktor dan kendala yang ada.

B.       Analisis
Dari uraian di atas dapat diambil suatu kesimpulan bahwa evaluasi pembelajaran  itu merupakan suatu kegiatan yang disusun dan direncanakan untuk dilaksanakan oleh seorang guru dengan tujuan untuk mengukur ketercapaian proses pembelajaran yang direncanakannya sesuai dengan tujuan pembelajaran.
Mengapa evaluasi itu sangat diperlukan? Bagi seorang guru yang mau dikatakan sukses dalam memberikan pembelajaran pada siswanya, maka evaluasi ini penting dilaksanakan dengan secara berkala. Maksudnya bahwa apabila guru ingin mengetahui seberapa banyak terjadi perubahan tingkah laku siswanya dari pembelajaran yang telah dilaksanakannya, maka guru tersebut harus melakukan evaluasi. Fungsi dari evaluasi yang dimaksud untuk menentukan bahwa pembelajaran dengan metode yang digunakannya itu perlu ditindak lanjuti atau dirubah dengan metode lainnya yang dianggap sesuai dengan karakeristik siswa.
Contohnya; seorang guru fikih memberikan materi pembelajaran bersuci dari hadats kecil (wudlu) hanya dengan metode ceramah dan tanya jawab. Kemudian dia melakukan evaluasi dengan mempraktekan gerakannya. Ternyata ada beberapa siswa yang tidak bisa mempraktekan tatacara berwudlu tersebut. Maka guru tersebut membuat keputusan dengan merubah metode pembelajarannya dengan metode demonstrasi (praktek). Ternyata setelah dievaluasi kembali seluruh siswa dapat mempraktekan tatacara berwudlu dengan baik dan benar. Berarti tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan metode tersebut.
Dari ilustrasi di atas dapat dikatakan bahwa dengan evaluasi maka guru dapat menentukan untuk menggunakan atau mengganti metode pembelajaran sesuai dengan indikator dan tujuan pembelajaran.


C.       Buku Sumber
1.        Prinsip-prinsip dan Tekni Evaluasi Pembelajaran, Drs. M. Ngalim Purwanto, MP, PT Remaja Rosdakarya, Bandung, 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar