DALAM
MENINGKATKAN PEMAHAMAN DAN PENGAMALAN AKHLAKUL KARIMAH SISWA KELAS IX
PADA
PELAJARAN AKIDAH AKHLAK
DI
MTs. AL-MANAAR MUHAMMADIYAH PAMEUNGPEUK GARUT
JURNAL
Diajukan
Untuk Memenuhi Tugas Pada Mata Kuliah Multimedia Pembelajaran
Dosen
Pengampu: Dr. Irwanto, MT.
Disusun
oleh:
MIFTAH
NURFALAH
NIM
: 14866015
KONSENTRASI
TEKNOLOGI PEMBELAJARAN
PROGRAM
STUDI MAGISTER TEKNOLOGI PENDIDIKAN
SEKOLAH
TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
(STKIP)
GARUT
2015
PEMANFAATAN MEDIA AUDIO VISUAL
DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN DAN
PENGAMALAN
AKHLAKUL KARIMAH SISWA KELAS IX
PADA PELAJARAN AKIDAH AKHLAK
DI MTs. AL-MANAAR MUHAMMADIYAH
PAMEUNGPEUK GARUT
|
Nama
|
:
|
Miftah
Nurfalah
|
|
NIM
|
:
|
14866015
|
|
Pembimbing
|
:
|
Dr.
Irwanto, MT
|
ABSTRAK
Miftah Nurfalah (2015) “PEMANFAATAN MEDIA AUDIO VISUAL
DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN DAN
PENGAMALAN
AKHLAKUL KARIMAH SISWA KELAS IX PADA
PELAJARAN AKIDAH AKHLAK DI MTs. AL-MANAAR MUHAMMADIYAH PAMEUNGPEUK GARUT”.
Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi tentang daya
serap pemahaman sekaligus pengamalan peserta didik dalam berakhlakul karimah
baik untuk dirinya sendiri, di lingkungan keluarga, sekolah dan lingkungan
masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Dalam proses pembelajarannya, guru
bukan hanya memberikan motivasi dengan dengan memberikan materi pelajaran
melalui presentasi yang dibantu power point saja, akan tetapi guru pun
memberikan contoh tayangan perilaku akhlakul karimah dan akhlakul madzmumah
melalui media audio visual. Sasaran penelitian ini adalah para peserta didik
Kelas IX MTs Al-Manaar Muhammadiyah Pameungpeuk Kabupaten Garut.
Kata
Kunci : Pemahaman, Pengamalan, Akhlakul Karimah, Akhlakul Madzmumah, Media
Audio Visual.
I.
Pendahuluan
Akhlak merupakan hal terpenting sebagai
cerminan wujud keberhasilan pelaksanaan kegiatan pembelajaran dalam suatu
instansi Pendidikan. Tidak ada gunanya manakala prestasi dalam bidang akademik
tiada diiringi dengan peningkatan mutu akhlak. di MTs. Al-Manaar Muhammadiyah
Pameungpeuk, pelajaran Akhlak diberikan secara rutin sebanyak 2 Jam Pelajaran
Tatap muka di masing-masing lokal dalam bentuk pelajaran Akidah Akhlak.
Tujuannya tidak lain supaya anak-anak mendapat materi pembelajaran akhlak ini tidak
hanya secara kuantitas, namun juga pada kualitas akademik.
Rasulullah pernah bersabda bahwa tujuan
beliau diutus oleh Allah tidak lain untuk menyempurnakan akhlak manusia, dan
manusia akan hidup bahagia dan berkedudukan di sisi Tuhan jika selain mempunyai
tingkat ilmu pengetahuan yang tinggi ia juga mempunyai tingkat ketakwaan yang
tinggi pula.
Oleh karena itu,untuk mewujudkan
kehendak Rasul tersebut, seorang guru dituntut aktif dan kreatif dalam
pelaksanaan kegiatan pembelajaran supaya materi pelajaran dapat diterima dengan
baik dan diamalkan oleh peserta didik merekadisamping itu, penulis selaku guru
Mata Pelajaran Aqidah Akhlak pada MTs. Al-Manaar Muhammadiyah Pameungpeuk, melakukan
suatu upaya dengan membuat perangkat
pembalajaran yang berupa bahan ajar dalam bentuk diktat sebagai pegangan peserta
didik dan membuat power point sebagai acuan penulis dalam memberikan penjelasan
materi ajar sesuai dengan Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran yang telah disusun.
II. Pembahasan
Ilmu
pengetahuan dan teknologi mengalami perkembangan dan kemajuan yang sangat
pesat, merambah seluruh pelosok negeri, seluruh instansi baik negeri atau
swasta, semuanya menerima imbas dari kemajuan IPTEK ini. Mengapa demikian?
Sebab dengan perkembangan IPTEK ini di seluruh instansi dan perusahaan atau
lembaga terkait telah mengenal sistem komputerisasi. Setiap kegiatan
admisnistrasinya dikerjakan dengan komputer termasuk penyimpanan datanya.
Kegunaannya
adalah data yang sudah disimpan itu dirubah sedikit demi sedikit pada tiap
tahunnya sesuai dengan hasil evaluasi yang telah dilakukan. Maka untuk membuat
perangkat pembelajaran tahun berikutnya tidak perlu mebuat lagi dari awal, tapi
tinggal mengedit dari perangkat pembelajaran yang lalu. Hal itulah yang merupakan
salah satu kemudahan adanya komputer (laptop).
Bukan
hanya word dan excel saja yang dapat penulis kuasai dan gunakan, tapi soft ware
lainnya seperti power point, potoshop, corell, soft ware al-kalam yang sangat
membantu dalam pembuatan bahan ajar dan bahan presentasi juga dalam penulisan
ayat al-qur’an dengan sistem komputer.
Penulis
dapat menggunakan software al-kalam yang sengaja dimasukan ke dalam laptop yang
dipegang. Adapun kegunaannya adalah:
1.
Dalam pembuatan bahan ajar yang
memerlukan dalil al-qur’an tidak perlu tulis tangan sebab ada program khusus
2.
Tarjamah al-qur’an untuk ayat yang
bersangkutan pun bisa dicari berikut dengan tafsir dan tajwidnya.
3.
Dalam presentasi pun ayat al-qur’an
dapat dibacakan bersama-sama dengan audio audio visual yang datang dari program
komputer. Suara mengaji dapat terdengan berikut tulisan al-qur’an terlihat secara
otomatis sesuai dengan kursor yang dipilih. Bahkan laptop (komputer) dapat
mengaji sendiri kalau programnya dibuka.
Sedangkan
software power point dapat penulis gunakan untuk keperluan presentasi supaya
pesan yang disampaikan dapat diterima dan dipahami oleh audience yang dalam hal
ini peserta didik. Dengan berbagai programnya di power point, penulis dapat
memanipulasi dan membikin suatu skenario pembelajaran semenarik mungkin
sehingga perhatian peserta didik terfokus hanya kepada pembelajaran.
Dengan
demikian, keguanaan komputer ini bukan hanya untuk keperluan administrasi saja,
akan tetapi bisa digunakan sebagai alat presentasi, demonstrasi pembelajaran seperti
dengan pemutaran animasi, film dan video yang berhubungan dengan materi
pelajaran. Jadi komputer ini bukan hanya dapat dimanfaatkan di visualnya saja
atau audionya saja, tapi gabungan audio visual pun dapat dimanfaatkan.
Media
audio visual yang dapat penulis manfaatkan adalah seperti penayangan video
animasi tentang contoh akhlakul karimah, dan cuplikan tayangangan film atau
sinetron yang ada hubungannya dengan pengamalan akhlakul karimah, baik diputar
langsung lewat kaset VCD maupun hasil downloadan. Adapun maksud variasi antara media power point dan media
audio visual dalam memberikan pembelajaran kepada siswa adalah supaya para
peserta didik dapat memahami materi pembelajaran sekaligus dapat mengamalkannya
dalam kehidupan sehari-hari karena adanya contoh cara berprilaku yang baik dan
akibat perbuatan yang tidak baik. Hal tersebut dapat dilakukan dengan kemampuan
daya serap peserta didik.
Kemampuan yang dimiliki otak dalam menyerap, mengelola
dan menyampaikan informasi, cara belajar individu dapat dibagi dalam 3 (tiga)
kategori. Ketiga kategori tersebut adalah cara belajar visual, auditorial dan
kinestetik yang ditandai dengan ciri-ciri perilaku tertentu. Pengkategorian ini
tidak berarti bahwa individu hanya yang memiliki salah satu karakteristik cara
belajar yang lain. Pengkategorian ini hanya merupakan pedoman bahwa individu
hanya memiliki salah satu karakteristik yang paling menonjol sehingga jika ia
mendapatkan rangsangan yamg sesuai dalam belajar maka akan memudahkan untuk
menyerap pelajaran.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa gaya
belajar adalah cara yang cenderung
dipilih siswa dalam menangkap stimulus atau informasi, mengingat, berpikir, dan
memecahkan soal dari lingkungan
dan memproses informasi tersebut.
Dengan
adanya kemampuan dan daya serap yang dimiliki setiap peserta didik dapat
diyakini bahwa proses pembelajaran dengan memanfaatkan kecanggihan media audio
visual akan dapat diterima langsung, bahkan dapat diamalkannya dalam kehidupan
sehari-hari dengan penuh kesadaran, tanpa adanya unsur pemaksaan. Hal itulah
yang merupakan tuntunan agama yang tidak memaksakan segala sesuatu, melainkan
merupakan suatu kesadaran dari pribadinya masing-masing dengan segala
konsekwensinya.
III. Kesimpulan
Dunia
pendidikan adalah lingkungan tempat penulis mengabdikan diri untuk ikut serta
mencerdaskan kehidupan bangsa dan membangun watak serta mental anak-anak
bangsa, sesuai dengan mata pelajaran yang diampu yaitu Akidah Akhlak. Mata
pelajaran Akidah Akhlak ini merupakan bagian integral dari mata pelajaran
Pendidikan Agama Islam (PAI) baik di lingkungan Madrasah Ibdtidaiyah (MI),
Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA).
Mata
pelajaran ini berfungsi memberikan kemampuan dan keterampilan dasar kepada
peserta didik untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, penghayatan dan
pengamalan akhlak Islami dan nilai-nilai keteladanan dalam kehidupan sehari-hari
sebagai pengamalan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan.
Oleh
karena sangat besarnya pengaruh dari hasil mata pelajaran ini, maka agar pesan
yang disampaikan guru dapat mengena dan tepat sasaran, maka penulis menganggap
wajib menggunakan kecanggihan teknologi, salah satunya komputer. Dengan segala
fasilitas software yang tersedia di komputer, penulis dapat membuat skenario
pembelajaran dengan variatif dengan tujuan bahwa materi pelajaran dapat
dipahami dan diamalkan oleh peserta didik.
IV. Daftar
Pustaka
Al-Jaziri, Abu Bahar.
2002. Ensiklopedi Muslim. Jakarta: Darul Fatah.
Drajat Zakiyah. 1999.
Dasar-dasar Agama Islam. Jakarta: Darul Fatah.
Departemen Agama. 2004.
Belajar Efektif Akidah Akhlak. Jakarta: PT Intimedia
Ciptanusantara.
Suma, Muhammad Amin.
2000. Studi Ilmu-ilmu Alqur’an. Jakarta: Pustaka
Firdaus
Tidak ada komentar:
Posting Komentar