DALAM
PELAKSANAAN PROSES PEMBELAJARAN
AKIDAH AKHLAK
A.
Pendahuluan
Akhlak merupakan hal terpenting sebagai
cerminan wujud keberhasilan pelaksanaan kegiatan pembelajaran dalam suatu
instansi Pendidikan. Tidak ada gunanya manakala prestasi dalam bidang akademik
tiada diiringi dengan peningkatan mutu akhlak. di MTs. Al-Manaar Muhammadiyah
Pameungpeuk, pelajaran Akhlak diberikan secara rutin sebanyak 2 Jam Pelajaran
Tatap muka di masing-masing lokal dalam bentuk pelajaran Akidah Akhlak. Tujuannya
tidak lain supaya anak-anak mendapat materi pembelajaran akhlak ini tidak hanya
secara kuantitas, namun juga pada kualitas akademik.
Rasulullah pernah bersabda bahwa tujuan
beliau diutus oleh Allah tidak lain untuk menyempurnakan akhlak manusia, dan
manusia akan hidup bahagia dan berkedudukan di sisi Tuhan jika selain mempunyai
tingkat ilmu pengetahuan yang tinggi ia juga mempunyai tingkat ketakwaan yang
tinggi pula.
Oleh karena itu,untuk mewujudkan
kehendak Rasul tersebut, seorang guru dituntut aktif dan kreatif dalam
pelaksanaan kegiatan pembelajaran supaya materi pelajaran dapat diterima dengan
baik dan diamalkan oleh peserta didik merekadisamping itu, penulis selaku guru
Mata Pelajaran Aqidah Akhlak pada MTs. Al-Manaar Muhammadiyah Pameungpeuk, melakukan
suatu upaya dengan membuat perangkat
pembalajaran yang berupa bahan ajar dalam bentuk diktat sebagai pegangan peserta
didik dan membuat power point sebagai acuan penulis dalam memberikan penjelasan
materi ajar sesuai dengan Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran yang telah disusun.
B. Pembahasan
Ilmu
pengetahuan dan teknologi mengalami perkembangan dan kemajuan yang sangat
pesat, merambah seluruh pelosok negeri, seluruh instansi baik negeri atau
swasta, semuanya menerima imbas dari kemajuan IPTEK ini. Mengapa demikian?
Sebab dengan perkembangan IPTEK ini di seluruh instansi dan perusahaan atau
lembaga terkait telah mengenal sistem komputerisasi. Setiap kegiatan
admisnistrasinya dikerjakan dengan komputer termasuk penyimpanan datanya.
Kita
tengok sepuluh tahunan ke belakang, sangat berbeda jauh, di mana pada waktu itu
sistem peng-administrasian hanya dengan menggunakan mesin tik, baik di
lingkungan perkantoran maupun di lingkungan dunia pendidikan. Terlebih lagi
dalam dunia pendidikan tempo dulu, setiap guru wajib membuat perangkat
pembelajaran berupa silabus dan rencana pelajaran dengan ditulis tangan, itu
sangat melelahkan.
Hal
seperti itulah yang sempat penulis alami ketika mengajar, madrasah tempat
penulis bekerja hanya berjumlah dua rombel pada tiap tingkatanya. Ini
mengandung arti bahwa bila penulis ingin memenuhi kewajiban mengajarnya 24 jam
tatap muka, maka harus mengajar di 12 rombel, karena bobotnya hanya dua jam tatap
muka. Untuk mata pelajaran Akidah Akhlak
hanya tersedia 12 jam tatap muka yang pada masing-masing tingkatannya hanya ada
dua rombel.
Oleh
karena keterbatasan jumlah rombel tersebutlah mengakibatkan kesibukan yang luar
biasa bagi para guru di madrasah swasta. Bagaimana tidak, bagi guru mata
pelajaran di madrasah negeri, tidak akan terlalu disibukan dengan pembuatan
perangkat pembelajaran karena rombelnya banyak. Misalnya salah seorang guru
pengampu mata pelajaran Akidah Akhlak di madrasah negeri bisa cukup hanya
membuat satu perangkat saja, sebab jumlah rombel pertingkatannya ada 12
rombel. Jadi, karena mengajar cukup
terpenuhi dengan hanya mengajar di satu tingkatan kelas, maka perangkatnya pun
cukup satu yang nantinya digunakan secara paralel.
Bagi
penulis yang bekerja di madrasah swasta, kesibukan menyiapkan perangkat
pembelajaran ini terasa sangat merepotkan dan membutuhkan waktu yang banyak
untuk mempersiapkannya. Misalnya untuk
mengajar di enam rombel, penulis harus mempersiapkan tiga buah RPP untuk
masing-masing tingkatan kelas. Sungguh sangat merepotkan.
Beruntung
penulis sudah mengenal dan mampu mengoperasikan komputer, pembuatan perangkat
pembelajaran menjadi terasa mudah untuk dilalui. Dengan menggunakan perangkat
komputer, penulis merasa sangat leluasa untuk membuat, mengkopi, mengedit dan
mengolah data yang berhubungan dengan kebutuhan mata pelajaran yang diampu. Berbagai
perangkat pembelajaran seperti silabus, RPP, prota, perhitungan minggu efektif,
prosem, analisis KKM, kisis-kisi soal, bank soal, analisis soal, absensi dan
daftar nilai siswa dapat dibuat pada program komputer seperti microsoft office
word dan microoft exsel.
Dengan
adanya komputer, apalagi penulis mempunyai laptop pribadi, maka berbagai
perangkat pembelajaran yang disebutkan di atas dapat disimpan dengan rapih di
dokumen pribadi. Kegunaannya adalah data yang sudah disimpan itu dirubah
sedikit demi sedikit pada tiap tahunnya sesuai dengan hasil evaluasi yang telah
dilakukan. Maka untuk membuat perangkat pembelajaran tahun berikutnya tidak
perlu mebuat lagi dari awal, tapi tinggal mengedit dari perangkat pembelajaran
yang lalu. Hal itulah yang merupakan salah satu kemudahan adanya komputer
(laptop).
Bukan
hanya word dan excel saja yang dapat penulis kuasai dan gunakan, tapi soft ware
lainnya seperti power point, potoshop, corell, soft ware al-kalam yang sangat
membantu dalam pembuatan bahan ajar dan bahan presentasi juga dalam penulisan
ayat al-qur’an dengan sistem komputer.
Penulis
dapat menggunakan software al-kalam yang sengaja dimasukan ke dalam laptop yang
dipegang. Adapun kegunaannya adalah:
1.
Dalam pembuatan bahan ajar yang
memerlukan dalil al-qur’an tidak perlu tulis tangan sebab ada program khusus
2.
Tarjamah al-qur’an untuk ayat yang
bersangkutan pun bisa dicari berikut dengan tafsir dan tajwidnya.
3.
Dalam presentasi pun ayat al-qur’an
dapat dibacakan bersama-sama dengan audio yang datang dari program komputer.
Suara mengaji dapat terdengan secara otomatis sesuai dengan kursor yang
dipilih. Bahkan laptop (komputer) dapat mengaji sendiri kalau programnya
dibuka.
Sedangkan
software power point dapat penulis gunakan untuk keperluan presentasi supaya
pesan yang disampaikan dapat diterima dan dipahami oleh audience yang dalam hal
ini peserta didik. Dengan berbagai programnya di power point, penulis dapat
memanipulasi dan membikin suatu skenario pembelajaran semenarik mungkin
sehingga perhatian peserta didik terfokus hanya kepada pembelajaran.
Dengan
demikian, keguanaan komputer ini bukan hanya untuk keperluan administrasi saja,
akan tetapi bisa digunakan sebagai alat presentasi, demonstrasi pembelajaran
seperti dengan pemutaran animasi, film dan video yang berhubungan dengan materi
pelajaran. Jadi komputer ini bukan hanya dapat dimanfaatkan di visualnya saja
atau audionya saja, tapi gabungan audio visual pun dapat dimanfaatkan dengan kecanggihan
komputer.
C.
Kesimpulan
Dunia
pendidikan adalah lingkungan tempat penulis mengabdikan diri untuk ikut serta
mencerdaskan kehidupan bangsa dan membangun watak serta mental anak-anak
bangsa, sesuai dengan mata pelajaran yang diampu yaitu Akidah Akhlak. Mata
pelajaran Akidah Akhlak ini merupakan bagian integral dari mata pelajaran
Pendidikan Agama Islam (PAI) baik di lingkungan Madrasah Ibdtidaiyah (MI),
Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA).
Mata
pelajaran ini berfungsi memberikan kemampuan dan keterampilan dasar kepada
peserta didik untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, penghayatan dan
pengamalan akhlak Islami dan nilai-nilai keteladanan dalam kehidupan sehari-hari
sebagai pengamalan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan.
Oleh
karena sangat besarnya pengaruh dari hasil mata pelajaran ini, maka agar pesan
yang disampaikan guru dapat mengena dan tepat sasaran, maka penulis menganggap
wajib menggunakan kecanggihan teknologi, salah satunya komputer. Dengan segala
fasilitas software yang tersedia di komputer, penulis dapat membuat skenario
pembelajaran dengan variatif dengan tujuan bahwa materi pelajaran dapat
dipahami dan diamalkan oleh peserta didik. Dengan demikian banyak kegunaan dari
media komputer ini yang dapat penulis manfaatkan fasilitasnya untuk menunjang pembelajaran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar