Rabu, 15 Juli 2015

TUGAS MATA KULIAH TEKNOLOGI INFORMASI (POSTING KETIGA)



DALAM PELAKSANAAN PROSES PEMBELAJARAN
AKIDAH AKHLAK

A.      Pendahuluan
Akhlak merupakan hal terpenting sebagai cerminan wujud keberhasilan pelaksanaan kegiatan pembelajaran dalam suatu instansi Pendidikan. Tidak ada gunanya manakala prestasi dalam bidang akademik tiada diiringi dengan peningkatan mutu akhlak. di MTs. Al-Manaar Muhammadiyah Pameungpeuk, pelajaran Akhlak diberikan secara rutin sebanyak 2 Jam Pelajaran Tatap muka di masing-masing lokal dalam bentuk pelajaran Akidah Akhlak. Tujuannya tidak lain supaya anak-anak mendapat materi pembelajaran akhlak ini tidak hanya secara kuantitas, namun juga pada kualitas akademik.
Rasulullah pernah bersabda bahwa tujuan beliau diutus oleh Allah tidak lain untuk menyempurnakan akhlak manusia, dan manusia akan hidup bahagia dan berkedudukan di sisi Tuhan jika selain mempunyai tingkat ilmu pengetahuan yang tinggi ia juga mempunyai tingkat ketakwaan yang tinggi pula.
Oleh karena itu,untuk mewujudkan kehendak Rasul tersebut, seorang guru dituntut aktif dan kreatif dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran supaya materi pelajaran dapat diterima dengan baik dan diamalkan oleh peserta didik merekadisamping itu, penulis selaku guru Mata Pelajaran Aqidah Akhlak pada MTs. Al-Manaar Muhammadiyah Pameungpeuk, melakukan suatu upaya dengan membuat  perangkat pembalajaran yang berupa bahan ajar dalam bentuk diktat sebagai pegangan peserta didik dan membuat power point sebagai acuan penulis dalam memberikan penjelasan materi ajar sesuai dengan Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran  yang telah disusun.

B.       Pembahasan

Ilmu pengetahuan dan teknologi mengalami perkembangan dan kemajuan yang sangat pesat, merambah seluruh pelosok negeri, seluruh instansi baik negeri atau swasta, semuanya menerima imbas dari kemajuan IPTEK ini. Mengapa demikian? Sebab dengan perkembangan IPTEK ini di seluruh instansi dan perusahaan atau lembaga terkait telah mengenal sistem komputerisasi. Setiap kegiatan admisnistrasinya dikerjakan dengan komputer termasuk penyimpanan datanya.
Kita tengok sepuluh tahunan ke belakang, sangat berbeda jauh, di mana pada waktu itu sistem peng-administrasian hanya dengan menggunakan mesin tik, baik di lingkungan perkantoran maupun di lingkungan dunia pendidikan. Terlebih lagi dalam dunia pendidikan tempo dulu, setiap guru wajib membuat perangkat pembelajaran berupa silabus dan rencana pelajaran dengan ditulis tangan, itu sangat melelahkan.
Hal seperti itulah yang sempat penulis alami ketika mengajar, madrasah tempat penulis bekerja hanya berjumlah dua rombel pada tiap tingkatanya. Ini mengandung arti bahwa bila penulis ingin memenuhi kewajiban mengajarnya 24 jam tatap muka, maka harus mengajar di 12 rombel, karena bobotnya hanya dua jam tatap muka. Untuk  mata pelajaran Akidah Akhlak hanya tersedia 12 jam tatap muka yang pada masing-masing tingkatannya hanya ada dua rombel.  
Oleh karena keterbatasan jumlah rombel tersebutlah mengakibatkan kesibukan yang luar biasa bagi para guru di madrasah swasta. Bagaimana tidak, bagi guru mata pelajaran di madrasah negeri, tidak akan terlalu disibukan dengan pembuatan perangkat pembelajaran karena rombelnya banyak. Misalnya salah seorang guru pengampu mata pelajaran Akidah Akhlak di madrasah negeri bisa cukup hanya membuat satu perangkat saja, sebab jumlah rombel pertingkatannya ada 12 rombel.  Jadi, karena mengajar cukup terpenuhi dengan hanya mengajar di satu tingkatan kelas, maka perangkatnya pun cukup satu yang nantinya digunakan secara paralel.
Bagi penulis yang bekerja di madrasah swasta, kesibukan menyiapkan perangkat pembelajaran ini terasa sangat merepotkan dan membutuhkan waktu yang banyak untuk mempersiapkannya.  Misalnya untuk mengajar di enam rombel, penulis harus mempersiapkan tiga buah RPP untuk masing-masing tingkatan kelas. Sungguh sangat merepotkan.
Beruntung penulis sudah mengenal dan mampu mengoperasikan komputer, pembuatan perangkat pembelajaran menjadi terasa mudah untuk dilalui. Dengan menggunakan perangkat komputer, penulis merasa sangat leluasa untuk membuat, mengkopi, mengedit dan mengolah data yang berhubungan dengan kebutuhan mata pelajaran yang diampu. Berbagai perangkat pembelajaran seperti silabus, RPP, prota, perhitungan minggu efektif, prosem, analisis KKM, kisis-kisi soal, bank soal, analisis soal, absensi dan daftar nilai siswa dapat dibuat pada program komputer seperti microsoft office word dan microoft exsel.
Dengan adanya komputer, apalagi penulis mempunyai laptop pribadi, maka berbagai perangkat pembelajaran yang disebutkan di atas dapat disimpan dengan rapih di dokumen pribadi. Kegunaannya adalah data yang sudah disimpan itu dirubah sedikit demi sedikit pada tiap tahunnya sesuai dengan hasil evaluasi yang telah dilakukan. Maka untuk membuat perangkat pembelajaran tahun berikutnya tidak perlu mebuat lagi dari awal, tapi tinggal mengedit dari perangkat pembelajaran yang lalu. Hal itulah yang merupakan salah satu kemudahan adanya komputer (laptop).
Bukan hanya word dan excel saja yang dapat penulis kuasai dan gunakan, tapi soft ware lainnya seperti power point, potoshop, corell, soft ware al-kalam yang sangat membantu dalam pembuatan bahan ajar dan bahan presentasi juga dalam penulisan ayat al-qur’an dengan sistem komputer.
Penulis dapat menggunakan software al-kalam yang sengaja dimasukan ke dalam laptop yang dipegang. Adapun kegunaannya adalah:
1.      Dalam pembuatan bahan ajar yang memerlukan dalil al-qur’an tidak perlu tulis tangan sebab ada program khusus
2.      Tarjamah al-qur’an untuk ayat yang bersangkutan pun bisa dicari berikut dengan tafsir dan tajwidnya.
3.      Dalam presentasi pun ayat al-qur’an dapat dibacakan bersama-sama dengan audio yang datang dari program komputer. Suara mengaji dapat terdengan secara otomatis sesuai dengan kursor yang dipilih. Bahkan laptop (komputer) dapat mengaji sendiri kalau programnya dibuka.
Sedangkan software power point dapat penulis gunakan untuk keperluan presentasi supaya pesan yang disampaikan dapat diterima dan dipahami oleh audience yang dalam hal ini peserta didik. Dengan berbagai programnya di power point, penulis dapat memanipulasi dan membikin suatu skenario pembelajaran semenarik mungkin sehingga perhatian peserta didik terfokus hanya kepada pembelajaran.
Dengan demikian, keguanaan komputer ini bukan hanya untuk keperluan administrasi saja, akan tetapi bisa digunakan sebagai alat presentasi, demonstrasi pembelajaran seperti dengan pemutaran animasi, film dan video yang berhubungan dengan materi pelajaran. Jadi komputer ini bukan hanya dapat dimanfaatkan di visualnya saja atau audionya saja, tapi gabungan audio visual pun dapat dimanfaatkan dengan kecanggihan komputer.


C.       Kesimpulan
Dunia pendidikan adalah lingkungan tempat penulis mengabdikan diri untuk ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa dan membangun watak serta mental anak-anak bangsa, sesuai dengan mata pelajaran yang diampu yaitu Akidah Akhlak. Mata pelajaran Akidah Akhlak ini merupakan bagian integral dari mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) baik di lingkungan Madrasah Ibdtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA).
Mata pelajaran ini berfungsi memberikan kemampuan dan keterampilan dasar kepada peserta didik untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, penghayatan dan pengamalan akhlak Islami dan nilai-nilai keteladanan dalam kehidupan sehari-hari sebagai pengamalan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan.
Oleh karena sangat besarnya pengaruh dari hasil mata pelajaran ini, maka agar pesan yang disampaikan guru dapat mengena dan tepat sasaran, maka penulis menganggap wajib menggunakan kecanggihan teknologi, salah satunya komputer. Dengan segala fasilitas software yang tersedia di komputer, penulis dapat membuat skenario pembelajaran dengan variatif dengan tujuan bahwa materi pelajaran dapat dipahami dan diamalkan oleh peserta didik. Dengan demikian banyak kegunaan dari media komputer ini yang dapat penulis manfaatkan fasilitasnya untuk menunjang pembelajaran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar