Rabu, 23 Oktober 2024

MENGENAL KAULINAN BARUDAK SUNDA (KEARIFAN LOKAL)

 

MACAM-MACAM PERMAINAN ANAK ZAMAN DAHULU

(Kebiasaan Yang Hampir Punah)

 

Kaulinan yang artinya permainan, berasal dari kata ulin (main), dan barudak artinya adalah anak-anak, orang Jawa Tengah atau Jawa Timur menyebutnya dolanan bocah. Permainan anak-anak ini merupakan permainan yang secara tradisi sudah ada sejak dahulu. 

Sebelum ada game-game permainan seperti Sega, Nintendo, Play Station, X-Box, dan era gadget serta game on line,  anak-anak kecil terutama memiliki banyak permainan untuk menhabiskan waktu luang mereka.

Beberapa kaulinan barudak sunda ini memiliki keunikan tersendiri yang khas di dalamnya, yang menjadikannya berbeda dengan jenis-jenis permainan tradisional di daerah lainnya. Hal ini dapat dilihat dari beberapa aspek berikut ini:

1. Kaulinan barudak lebih cenderung memanfaatkan fasilitas lingkungan tempat yang agak luas, sehingga ini memiliki nilai ekonomis dalam pelaksanaan hiburan.
2. Kaulinan barudak sunda memiliki nilai yang kolektif, hal ini bisa dilihat dari pelaksanaan permainan tersebut yang selalu melibatkan banyaknya orang untuk bermain.
3. Di dalam permainan barudak sunda ada beberapa aspek yang menyimpan nilai yang luhur selain untuk hiburan juga untuk orientasi kreativitas motorik tanpa mempertimbangkan aturan-aturan yang terikat, serta nilai-nilai yang berhubungan dengan aspek sosial, reaksi, dan edukasi.

Selain itu, yang paling menarik adalah adanya penggunaan nyanyian-nyanyian dalam bahasa sunda atau kakawihan didalam beberapa permainannya. Inilah salah satu sisi lain dari bentuk kaulinan barudak sunda yang dapat membedakannya dengan jenis permainan lainnya, terutama yang ada di jaman sekarang seperti sekarang ini.

Permaianan ini biasanaya dilakukan setelah pulang sekolah, setelah selesai belajar atau mengerjakan pekerjaan sekolah di rumah, selesai  membantu orang tua mereka, bahkan juga di saat istirahat pada waktu mereka di sekolah.  Apalagi pada waktu liburan sekolah, anak-anak di Tatar Sunda mempunyai waktu yang panjang seharian memainkan berbagai macam kaulinan ini.

Ada permainan yang bisa dimainkan sendiri sendiri, ada permainan yang dibuat untuk dimainkan berpasangan, ada juga permainan yang harus dimainkan lebih dari dua orang.  

Selain itu juga, ada permainan yang khusus  dimainkan oleh anak-anak perempuan, permainan yang khusus dimainkan anak laki-laki, dan permainan yang bisa dimainkan bersama anak perempuan dan anak laki-laki.

Beberapa kaulinan barudak Sunda itu antara lain:

1. Ucing-ucingan
Permainan ini biasanya paling banyak dilakukan baik oleh anak laki-laki maupun perempuan. Seorang anak dipilih melalui cara pemilihan tertentu (suten, hompimpah, kacang-kacangan) menjadi ucing. Tugas seorang ucing itu ialah mengejar temannya yang lain, dan berhasil menyentuhnya. Permainan selesai jika si ucing berhasil menyentuh semua temannya.


2. Ucing Sumput
Sama seperti pada permainan ucing-ucingan, namun tugas seorang ucing disini adalah menemukan teman-temannya yang bersembunyi. Permainan selesai setelah si ucing berhasil menemukan semua temannya yang bersembunyi.

3. Anjang-anjangan
Permainan ini biasanya paling banyak dilakukan oleh anak-anak perempuan., iasanya dimainkan lebih dari satu orang. Seorang anak berperan menjadi penjual makanan, ia pura-pura memasak menggunakan daun-daunan yang dipetik di sekitarnya, sementara temannya yang menjadi pembelinya. Atau kadang berperan menjadi dokter, guru, ibu rumah tangga, atau yang lain.

4. Oray-Orayan
Anak-anak bermain ular naga di Sanggar Sandalwood, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi NTT. Permainan ini dikenal juga dengan nama oray-orayan di Jawa Barat Foto: Andhika Prasetia
Oray-orayan adalah permainan yang sampai saat ini masih rutin dimainkan. Permainannya sendiri cenderung mirip seperti ular tangga. Oray-orayan atau dalam bahasa Indonesia adalah ular-ularan dimainkan dengan cara para pemainnya mengambil posisi menyerupai ular yang meliuk-liuk.

Permainannya dilakukan secara kelompok dan bisa melibatkan 10-20 orang sekaligus. Nyanyian yang dinyanyikan biasanya seperti berikut ini:

Oray-orayan luar leor ka kebon
Entong ka kebon di kebon loba nu ngangon
Mending ka leuwi di leuwi loba nu mandi
Saha anu mandi? Anu mandina pandeuri

Untuk cara mainnya, akan ada yang menjadi ular, dan bakal ada 2 orang yang membuat terowongan dengan cara menyatukan kedua tangan mereka secara berhadapan.

Saat bermain oray-orayan, baiknya sambil memutarkan lagu. Nah, saat lagunya habis, pemain akan menangkap orang yang terakhir melewati terowongan itu..


5. Sapintrong
Permainan yang dimainkan oleh anak perempuan, yang menggunakan alat bantu dari karet gelang yang diuntun panjang menyerupai tali. Dua orang menainkan tali karet tersebut diputar-putar dan seorang lagi berloncat menghindari tali karet itu.  Permainan biasanya dimainkan bergiliran sampai pada hitungan putaran tertentu.

6. Perang Gobang
Permainan ini dimainkan hanya oleh anak laki-laki. Mereka membuat pedang-pedangan dari bambu yang diraut halus. Layaknya para pendekar atau ksatria khayalan mereka, duel dilakukan dengan temannya yang menjadi lawan. Duel selesai jika kaki seorang anak tersentuh bagian pedang lawannya.

7. Galah Asin atau Galah Ulung atau Galah Jidar
Permainan yang dimainkan beramai-ramai oleh anak laki-laki dan perempuan. Sebidang tanah diberi batas kotak memanjang dan diberi garis-garis. Satu regu giliran menjadi penjaga yang ditempatkan di setiap garis. Satu regu berperan menjadi penerobos garis tersebut. Permainan selesai ketika semua anggota regu yang coba menerobos berhasil disentuh bagian badannya (mati) oleh penjaga.

8. Sondah
Permainan ini hanya dilakukan oleh anak perempuan. Sebidang tanah diberi tanda  kotak-kotak dari yang besar sampai sangat kecil. Potongan genteng dilempar kedalam kotak itu, kemudian dipungut lagi dengan melakukan gerakan khusus (engkle - lompat dengan satu kaki dilipat).


9. Boy-boyan
Biasanya dimainkan anak laki-laki menggunakan bola yang dibuat dari koran bekas dibungkus plastik. Bola dilemparkan ke arah seorang anak, tapi tidak boleh kena kepala. Jika ia terkena bola tersebut, ia kena giliran melemparkan bola mengejar kawan-kawannya.
 
10. Gatrik
Dimainkan oleh anak laki-laki. Mengunakan sepasang bambu, satu panjang dan satu pendek. Dengan gerakan tertentu bambu yang pendek dilontarkan oleh bambu yang panjang. Jika berhasil ditangkap oleh regu penjaga, permainan selesai. 

11. Momobilan
Permainan ini hanya dimainkan anak laki-laki, dan biasanya dilakukan pada saat liburan sekolah karena membutuhkan waktu yang lama membuatnya. Rangka mobil dibuat dari bambu, rodanya dari kulit jeruk bali atau sandal karet bekas, bodinya dari kulit jeruk atau kaleng bekas.  Setelah selesai dibuat, mobil dibawa keliling kampung, menyusuri pematang sawah juga. Kadang pada malam hari permainan dilanjutkan, mobil dibawa jalan-jalan keliling kampung dengan penerangan lilin yang disimpan di bagian rangkanya.




12. Sasalimpetan
Sama seperti permainan oray-orayan, sasalimpetan penuh dengan canda tawa. Permainan dilakukan oleh anak laki-laki dan perempuan. Beberapa anak menautkan kaki mereka satu sama lain, lalu melakukan gerakan berputar sambil bernyanyi: \"sasalimpetan.. jajahe aya nu panjang.. euy, euy.\". Permainan selesai ketika tautan kaki itu terlepas, kemudian anak-anak yang lain bergiliran memainkannya.

13. Sorodot Gaplok
Permainan hanya dilakukan oleh anak laki-laki, menggunakan batu kali pipih. Cara mainnya ialah batu pipih seorang anak dilontarkan menggunakan telapak kaki bagian atas, ke arah batu lawannya yang disimpan dalam jarak tertentu. Permainan selesai ketika setiap batu yang berdiri berhasil dirubuhkan.


14. Congklak
Biasanya dimainkan anak perempuan, bisa sendirian atau berdua. Menggunakan papan kayu yang dilubangi, dimana setiap lubang berisi sejumlah biji sawo (atau kewuk- kulit kerang). Permainan selesai saat semua biji sawo yang ada di lubang habis diambil lawannya. 

15. Ngadu Kaleci dan Ngadu Langlayangan
Permainan ini hanya dilakukan anak laki-laki. Ngadu kaleci (kelereng) biasanya dimainkan berdua atau beramai-ramai. Kelereng diarahkan ke arah kelereng lawan, dan jika terkena, kelereng lawan boleh diambil. 
Ngadu langlayangan (layangan) biasanya dimainkan sendiri. Layangan dinaikkan ke udara, dan talinya digunakan sebagai pemutus layangan lain yang ada di udara.

16. Gempar dari Batu

Permainan yang melibatkan lemparan batu kecil untuk menjatuhkan tumpukan batu besar, melatih ketangkasan dan koordinasi mata dan tangan.

17. Cingciripit
Cingciripit merupakan permainan tradisional Sunda yang bisa dibilang mirip seperti hompimpa. Biasanya permainan ini dilakukan sesaat sebelum bermain petak umpet atau kucing-kucingan.

Untuk memainkannya, anak-anak diajak untuk berkumpul dengan posisi melingkar. Lalu, anak lainnya membuka telapak tangan untuk dijadikan sebagai wadah.

Selanjutnya, anak-anak lain yang ikut bermain akan meletakkan telunjuknya ke bagian tengah telapak tangan yang berperan jadi wadah tersebut sambil bernyanyi seperti berikut:

Cing ciripit
Tulang bajing kacapit
Kacapit ku bulu paré
Bulu paré sesekeutna
Jol pa dalang mawa wayang
Jrék-jrék nong, Jrék-jrék nong


Saat akhir lagu, pemilik wadah akan menangkap jari-jari dari para pemain yang ikut serta. Siapa saja dari mereka yang tertangkap, maka mereka berarti kalah dan harus berjaga ketika bermain petak umpet.

18. Endog-endogan
Endog-endogan, permainan tradisional dari tanah Sunda ini bisa dimainkan oleh beberapa orang sekaligus. Cara memainkannya adalah dengan mengepalkan tangan, lalu menumpuk tangan yang dikepal dengan tangan pemain lainnya dan disusun meninggi ke arah atas.

Nantinya tangan tersebut akan dipecahkan satu per satu seperti telur. Nah, berikut ini lagu yang biasa dimainkan:

Endog-endogan peupeus hiji pre
Endog-endogan peupeus hiji pre
Endog-endogan peupeus hiji pre
Endog-endogan peupeus hiji pre
Goleang-goleang mata sapi bolotot

19. Jajangkungan


Sejumlah anak bersiap bermain Tilalako atau egrang (engrang) di Desa Balane, Sigi, Sulawesi Tengah, Kamis (5/10/2023). Sebagian anak-anak di wilayah yang terletak di kaki barisan Pegunungan Gawalise itu, masih mempertahankan egrang sebagai permainan tradisional yang umumnya dimainkan oleh anak-anak pada kegiatan-kegiatan tertentu seperti lomba tingkat desa dan peringatan hari besar nasional.

Jajangkungan adalah permainan yang memiliki istilah lain yakni egrang. Untuk memainkannya sendiri caranya menggunakan kayu bambu yang sudah dibentuk khusus dan bisa dinaiki oleh orang. Nantinya orang tersebut bisa berjalan menggunakan egrang tadi.

Namun, permainan ini hanya bisa dimainkan secara perorangan saja, belum bisa untuk kelompok. Tapi akan tetap menyenangkan kok!


20. Perepet Jengkol
Perepet jengkol adalah permainan tradisional Sunda yang bisa dimainkan oleh laki-laki ataupun perempuan. Permainannya bisa melibatkan 3 orang sekaligus bahkan lebih.

Para pemainnya akan membentuk lingkaran tapi berpegangan tangan dengan menghadap ke arah belakang. Selanjutnya,

kaki kanan dari para pemain akan diangkat ke betis pemain satu dan lainnya, supaya mereka bisa saling menindih.

Meski begitu, tidak boleh ada pemain yang terjatuh. Mereka harus bertahan sampai semua pemain mengaitkan kakinya layaknya anyaman.

Pada akhirnya, masing-masing tangan dari pemain akan dilepaskan dan meloncat-loncat memutar ke arah kiri sembari bertepuk tangan.

21. Paciwit-ciwit Lutung
Permainan tradisional ini dilakukan dengan cara saling mencubit punggung tangan hingga membentuk tumpukan tangan yang bertingkat. Umumnya paciwit-ciwit lutung dimainkan secara kelompok yakni 4-6 orang.

Ketika memainkannya, tangan aman dipusatkan di bagian tengah sambil mereka berdiri dengan posisi


22.  Rerebonan

Baren adalah permainan lari berkelompok, bisa dimainkan gabungan oleh laki-laki dan perempuan. Baren mirip dengan ucing-ucingan, yang meninggalkan lubang harus dikejar namun jika dia balik menginjak lubangnya sendiri tidak bisa dikejar.

 

23. Sigug

Alat permainan sigug adalah potongan genting. Setiap orang memiliki dua potongan, yang satu dipasang di kalang, satunya lagi dilempar.

Yang dapat giliran pertama harus menembak/ menggeser potongan genting di dalam kalang dengan cara ditembak oleh genting yang dilempar tadi. Menembaknya menggunakan kaki bagian dalam/ samping ibu jari. Yang duluan membawa genting ke garis start dialah pemenangnya.

 

24. Ucing beling

Ucing beling cara mainnya adalah ucing harus mencari beling atau benda kecil lainnya yang disembunyikan di tanah. Menyembunyikan beling tidak boleh keluar dari batas yang ditentukan.

 

25. Ngadu bandring

Ngadu bandring yaitu adu kuat benang yang ujungnya diberi bandul.

 

 

 


26. Ngadu gesreng

Ngadu gesreng mirip dengan bandring, yaitu adu kuat benang. Benangnya bisa benang kenur atau membuat dari serat pohon pisang (ramat). Cara mainnya kedua ujung benang dipegang kemudian digesek dengan benang lawan sampai putus.

 

27. Béklen, békles

Kaulinan békles umumnya dimainkan oleh anak perempuan. Alatnya berupa kewuk (cangkang kerang) dan bola bekles.

 

28. Eundeuk-eundeukan

Yang biasanya main eundeuk-eundeukan adalah anak-anak yang bisa naik/manjat pohon, seperti pohon jambu. Beberapa anak bernyanyi sambil menggoyang-goyang dahan. Dalam satu pohon itu bisa ada beberapa orang.

 

29. Damdaman

Permainan damdaman adalah kaulinan yang mirip dengan catur, yaitu saling makan. Kalau ada anak yang bisa dimakan tapi tidak dimakan, maka akan kena dam (denda) diambil tiga anak.

Anak dalam permainan damdaman bisa dari kerikil, gulungan kertas kecil, atau patahan lidi yang berbeda warna (untuk membedakan dengan anak lawan).

Papannya bisa menggunakan kertas yang sudah digambar garis-garis damdaman.

 

31. Loncat tinggi

Loncat tinggi dimainkan secara berkelompok. Alatnya karet gelang yang sudah diuntun. Kelompok pertama memegang ujung-ujung tali karet, kelompok yang lain melompatinya. Ketinggian tali bertahap dari lutut sampai tangan diangkat lurus ke atas.

 

32. Ucing baledog

Ucing baledog dimainkan secara berkelompok. Alatnya bola kasti atau bikin dari gulungan kertas yang diikat karet. Cara mainnya; kelompok ucing harus melempar anggota kelompok lain sampai kena.

 

33. Sosorodotan

Sosorodotan atau perosotan biasanya dilakukan di gawir (tebing) yang licin. Bisa tanpa alat (langsung ke tanah), atau menggunakan upih jambe.

 

34. Peperangan

Peperangan biasanya dimainkan oleh dua kelompok anak laki-laki. Senapannya macam-macam, ada yang dibuat dari pelepah daun pisang, membuat dari kayu, atau dari bambu kecil (tamiang).

 

35. Kokoleceran

Main kokoleceran yaitu main baling-baling. Bahan kolecer biasanya dari bungkus bambu yang sudah kering, solobongnya (lubang baling-baling) dari sarengseng (ranting bambu). Kolecer tadi kemudian dibawa berlari-lari supaya berputar.

 

36. Konclong

Konclong merupakan permainan yang dilakukan secara perorangan. Hal pertama yang harus dilakukan adalah membuat gambar kotak-kotak digambar di atas tanah. Kemudian, pemain melompati dengan satu kaki dari satu kotak ke kotak berikutnya.

Pemain dianggap berhasil bila bisa melompati kotak tanpa mengenai garis dan mereka akan mendapatkan satu poin. Permainan akan dimenangkan oleh mereka yang berhasil mengumpulkan poin paling banyak.

 

 

Minggu, 20 Oktober 2024

KUBERBAGI INFAK DAN SEDEKAH QURDITS KELAS 8 SEM 1

 Pengertian Infak dan Sedekah

Infak berasal dari kata anfaqa-yunfiqu yang artinya membelanjakan atau membiayai yang berhubungan dengan perintah-perintah Allah. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia infak adalah pemberian (sumbangan) harta dan sebagainya (selain zakat wajib) untuk kebaikan. Sedangkan menurut istilah, infak adalah mengeluarkan atau memberikan sebagian dari harta atau pendapatan untuk suatu kepentingan yang diperintahkan dalam ajaran Islam.

Infak berbeda dengan zakat, infak tidak mengenal istilah nisab dan jumlah yang ditentukan secara hukum tetapi sesuai dengan kemampuan masing-masing. Dan penerimanya pun tidak ditentukan sebagaimana zakat. Infak dapat diberikan kepada mustahik zakat dan selain mustahik zakat seperti keluarga dan kerabat, bahkan untuk membiayai kebutuhan diri sendiri.

Lebih luas lagi pengertian sedekah, meliputi harta dan jasa, bahkan seyum pun sebagai sedekah. Membuang ranting atau duri dari jalan pun sedekah. Infak dan sedekah hendaklah dengan harta yang baik. Firman Allah Swt. dalam QS. al[1]Baqarah (2) : 267 sebagai berikut

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَنْفِقُوْا مِنْ طَيِّبٰتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّآ اَخْرَجْنَا لَكُمْ مِّنَ الْاَرْضِۗ وَلَا تَيَمَّمُوا الْخَبِيْثَ مِنْهُ تُنْفِقُوْنَ وَلَسْتُمْ بِاٰخِذِيْهِ اِلَّآ اَنْ تُغْمِضُوْا فِيْهِۗ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ حَمِيْدٌ

Artinya:

“Hai orang-orang yang beriman nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagaian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untukmu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya , padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji”.

Lalu kepada siapa kita memberikan infak dan bersedekah? Dalam QS. at-Taubah (09):60 Allah Swt. berfirman:

۞ اِنَّمَا الصَّدَقٰتُ لِلْفُقَرَاۤءِ وَالْمَسٰكِيْنِ وَالْعٰمِلِيْنَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوْبُهُمْ وَفِى الرِّقَابِ وَالْغٰرِمِيْنَ وَفِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَابْنِ السَّبِيْلِۗ فَرِيْضَةً مِّنَ اللّٰهِۗ وَاللّٰهُ عَلِيْمٌ حَكِيْمٌ

Artinya:

“Sesunguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mua’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah, dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”

Infak dan sedekah hendaklah dilakukan hanya karena Allah. “Dan bersedekahlah kepada Kami, sesungguhnya Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bersedekah”.

 

QS. Yusuf (12):88

فَلَمَّا دَخَلُوْا عَلَيْهِ قَالُوْا يٰٓاَيُّهَا الْعَزِيْزُ مَسَّنَا وَاَهْلَنَا الضُّرُّ وَجِئْنَا بِبِضَاعَةٍ مُّزْجٰىةٍ فَاَوْفِ لَنَا الْكَيْلَ وَتَصَدَّقْ عَلَيْنَاۗ اِنَّ اللّٰهَ يَجْزِى الْمُتَصَدِّقِيْنَ

Artinya:

Ketika mereka masuk ke (tempat)-nya (Yusuf), mereka berkata, “Wahai yang mulia, kami dan keluarga kami telah ditimpa kesengsaraan dan kami datang membawa barang-barang yang tidak berharga, maka penuhilah takaran (gandum) untuk kami, dan bersedekahlah kepada kami. Sesungguhnya Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bersedekah.”

  

Penjelasan Ayat

Dalam QS. Al- Fajr (89): 15-16 dijelaskan bahwa kecenderungan manusia merasa mulia dengan rezeki yang diberikan Allah Swt, padahal tidaklah demikian, sesungguhnya harta itu hanyalah ujian dan cobaan bagi mereka. Dan begitu pula sebaliknya, jika mereka diberi kesempitan rezeki, mereka menganggap Allah Swt. menghina mereka. Padahal tidaklah demikian, sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapapun yang disukai-Nya dan tidak disukai-Nya. Begitu pula Allah Swt. menyempitkan rezeki kepada siapapun yang disukai-Nya dan tidak disukai-Nya.

Dalam menghadapi dua kondisi seperti itu hendaklah manusia hanya bergantung kepada Allah. Jika diberi keluasan rezeki hendaklah ia bersyukur. Dan jika dalam kesempitan rezeki hendaklah ia bersabar tanpa menyalahkan siapapun.

Selanjutnya dalam QS. Al- Fajr (89): 17-18 Allah Swt. mengisyaratkan agar manusia memuliakan dan menyayangi anak yatim. Memperlakukan mereka dengan baik, sebagaimana

dalam hadis riwat Ibnu Majah dari Abi Hurairoh Rasulullah Saw. bersabda:”Sebaik-baik rumah seorang muslim adalah rumah yang di dalamnya ada anak yatim yang diasuh dengan baik. Seburuk-buruk rumah orang Islam yang di dalamnya ada anak yatim yang diperlakukan dengan jahat”.

Betapa mulianya orang-orang yang menyayangi

anak yatim. Kelak Mereka akan berdampingan bersama Rasulullah Saw. Rasulullah Saw. bersabda dalam hadis riwayat Bukhari dari Abu Sahl bin Sa’ad : “Aku dan orang- orang yang memelihara anak yatim di surga seperti ini, Beliau menunjukkan jari telunjuk dan jari tengah serta merenggangkan keduanya”.

Senin, 25 Desember 2023

SEMESTER 2 BAB 2 IMAN KEPADA PARA MALAIKAT

 

 

BAB II

IMAN KEPADA PARA MALAIKAT

DAN MAKHLUK GHAIB SELAIN MALAIKAT

 

A.    Malaikat

Pengertian Malaikat

Menurut bahasa, kata “Malaikat”   (المَلاَئِكَة) merupakan kata jamak yang berasal dari kata mufrad  malak (مَلَكٌ) yang berarti kekuatan. Dalam mengemban misi dan  tugasnya, para malaikat juga disebut dengan “arrusul” yang berarti para utusan Allah SWT.

Malaikat diciptakan oleh Allah terbuat dari cahaya (nur), berdasarkan salah satu hadist Muhammad, “Malaikat telah diciptakan dari cahaya.”

Iman kepada malaikat adalah bagian dari Rukun Iman. Iman kepada malaikat maksudnya adalah meyakini adanya malaikat, walaupun kita tidak dapat melihat mereka, dan bahwa mereka adalah salah satu makhluk ciptaan Allah. Allah menciptakan mereka dari cahaya. Mereka menyembah Allah dan selalu taat kepada-Nya, mereka tidak pernah berdosa. Tak seorang pun mengetahui jumlah pasti malaikat, hanya Allah saja yang mengetahui jumlahnya.

Nama dan Tugas-Tugas Malaikat

Adapun tugas-tugas yang paling besar dilaksanakan oleh 10 malaikat, yaitu:

-       Malaikat Jibril, bertugas menyampaikan wahyu dan mengajarkannya kepada para nabi dan rasul.

-       Malaikat Mikail, bertugas membagi rezeki kepada seluruh makhluk, menimbang hujan, angin dan juga bintang-bintang.

-       Malaikat Israfil, bertugas meniup sangkakala.

-       Malaikat Izrail (malakul maut), bertugas mencabut nyawa.

-       Malaikat Munkar dan Nakir, bertugas memeriksa amal manusia di alam barzakh.

-       Malaikat Raqib dan Atid, bertugas mencatat amal baik dan buruk manusia.

-       Malaikat Malik, bertugas menjaga dan mengendalikan api neraka.

-       Malaikat Ridhwan, bertugas menjaga pintu surga.

Sifat-Sifat Malaikat

1.     Selalu bertasbih siang dan malam tidak pernah berhenti.  

وَلَهُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ عِنْدَهُ لَا يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِهِ وَلَا يَسْتَحْسِرُونَ (19) يُسَبِّحُونَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ لَا يَفْتُرُونَ (20)

Mereka (malaikat) selalu bertasbih (beribadah kepada Allah) pada waktu malam dan siang hari tiada henti-hentinya. (Al-Anbiya 21:20)

2.     Suci dari sifat-sifat manusia dan jin, seperti hawa nafsu, lapar, sakit, makan, tidur, bercanda, berdebat, dan lainnya.

3.     Selalu takut dan taat kepada Allah.

4.     Tidak pernah maksiat dan selalu mengamalkan apa saja yang diperintahkan-Nya.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ (6)

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (At-Tahriim 66:6)

5.     Mempunyai sifat malu.

Nabi Muhammad bersabda "Bagaimana aku tidak malu terhadap seorang laki-laki yang malaikat pun malu terhadapnya". Hadits riwayat Muslim.

6.     Bisa terganggu dengan bau tidak sedap, anjing dan patung.

Nabi SAW bersabda "Barang siapa makan bawang putih, bawang merah, dan bawang bakung janganlah mendekati masjid kami, karena malaikat merasa sakit (terganggu) dengan hal-hal yang membuat manusia pun meraa sakit". Hadits riwayat Muslim.

7.     Tidak makan dan minum.

فَقَرَّبَهُ إِلَيْهِمْ قَالَ أَلَا تَأْكُلُونَ (27)

فَأَوْجَسَ مِنْهُمْ خِيفَةً قَالُوا لَا تَخَفْ وَبَشَّرُوهُ بِغُلَامٍ عَلِيمٍ (28)

Lalu Ibrahim mendekatkan hidangan kepada mereka (malaikat), lalu berkata, “Silakan Anda makan.” (Tetapi mereka tidak mau makan), karena itu Ibrahim merasa takut terhadap mereka. Mereka berkata, “Janganlah kamu takut.” Dan mereka memberi kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang alim (Ishaq). (Adz-Dzaariyaat 27-28)

8.     Mampu mengubah wujudnya.

Allah berfirman dalam surat Maryam: 16-19:

وَاذْكُرْ فِي الْكِتَابِ مَرْيَمَ إِذِ انْتَبَذَتْ مِنْ أَهْلِهَا مَكَانًا شَرْقِيًّا (16)

فَاتَّخَذَتْ مِنْ دُونِهِمْ حِجَابًا فَأَرْسَلْنَا إِلَيْهَا رُوحَنَا فَتَمَثَّلَ لَهَا بَشَرًا سَوِيًّا (17)

Artinya: “Dan ceritakanlah (kisah) Maryam di dalam Al-Quran, yaitu ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur, Maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu kami mengutus roh Kami (Jibril) kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna. (Maryam 16-17)

9.     Memiliki kekuatan luar biasa dan kecepatan cahaya.

Allah berfirman dalam surat Hud: 82, yaitu:

فَلَمَّا جَاءَ أَمْرُنَا جَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهَا حِجَارَةً مِنْ سِجِّيلٍ مَنْضُودٍ (82)

Artinya:  Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan, peny.), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi. (Hud 82)

B.    Jin, Iblis dan Setan

Pengertian Jin, Iblis dan Setan

Kata Jin berasal dari bahasa Arab artinya menutupi atau merahasiakan, yang dimaksudkan adalah bahwa jin tertutup dari panca indra. Jin adalah makhluk halus yang tidak dapat dilihat, ia  diciptakan dari api. Jin dibedakan menjadi dua yaitu :

a.    Jin Kafir, yaitu jin yang membangkang terhadap perintah Allah Swt.  Para Ahli Tafsir berpendapat bahwa jin kafir adalah jin yang tidak memurnikan ke-Esaan Allah. Sehingga dalam kekafiran jin itu ada yang  bermacam-macam yaitu ada yang Yahudi, Nasrani, Majusi,  penyembah berhala dan lain-lain.

b.    Jin Muslim, yaitu jin yang mengakui tentang ke-Esaan Allah SWt, Jin Islam setelah mendengar  ayat-ayat Al-Qur’an  mereka langsung mengatakan bahwa Al-Qur’an itu menakjubkan dan dapat memberikan petunjuk ke jalan yang benar. Allah berfirman dalam surat alJinn: 1-3 tentang jin mu’min:

قُلْ أُوحِيَ إِلَيَّ أَنَّهُ اسْتَمَعَ نَفَرٌ مِنَ الْجِنِّ فَقَالُوا إِنَّا سَمِعْنَا قُرْآَنًا عَجَبًا (1) يَهْدِي إِلَى الرُّشْدِ     (3) وَأَنَّهُ تَعَالَى جَدُّ رَبِّنَا مَا اتَّخَذَ صَاحِبَةً وَلَا وَلَدًا فَآَمَنَّا بِهِ وَلَنْ نُشْرِكَ بِرَبِّنَا أَحَدًا (2)

“Katakanlah (hai Muhammad):"Telah diwahyukan kepadaku bahwasannya: sekumpulan jin telah mendengarkan (al-Qur'an), lalu mereka berkata: Sesungguhnya kami telah mendengarkan al-Qur'an yang menakjubkan, ( 1) (yang) memberi petunjuk kepada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seorangpun dengan Rabb kami, (2) dan bahwasannya Maha Tinggi kebesaran Rabb kami, Dia tidak beristeri dan tidak (pula) beranak”. (3).

Adapun kata ‘Iblis berasal dari bahasa Arab, yaitu “Iblasإبلاس artinya putus asa (dari rahmat atau kasih sayang Allah). Sedangkan kata Syetan berasal dari bahasa arab, yaitu “Syaithana” yang artinya jauh. Maksudnya adalah syetan itu sangat jauh dari kebaikan dan sangat dekat  dari keburukan atau kejahatan.

Iblis dan syetan adalah makhluk halus dari golongan jin. Makhluk ini diciptakan Allah dari api. Kerjanya merangsang keinginan nafsu rendah manusia. Iblis adalah makhluk yang pertama kali mengingkari perintah Allah. Syetan  identik dengan iblis. Dengan menyandang nama”Syetan”, dan tidak hanya membangkang terhadap perintah Allah sebagaimana yang dilakukan iblis, tetapi juga menggoda manusia. Iblis sudah ada sebelum Nabi Adam diciptakan dan hidup dalam kalangan malaikat. Iblis tidak hanya mengingkari perintah Allah dan tidak mau menghormati Adam, tetapi juga berusaha menggoda Adam dan Hawa memakan buah terlarang tersebut, sehingga menurunkannya dari surga menuju dunia (bumi).

Sifat-Sifat dan Perilaku Jin, Iblis dan Setan

Sifat dan Perilaku  Jin, Iblis dan Syetan

a.   Sifat-Sifat Jin

1. Tidak dapat dilihat oleh indra manusia

2. Diciptakan dari api yang sangat panas

3. Ada yang mengakui ke-Esaan Allah Swt.  dan ada pula yang membangkang perintah Allah.

b.  Perilaku  Jin

Jin juga diperintahkan oleh Allah untuk menerima syariat Islam sebagaimana yang diperintahkan kepada manusia. Menurut sebagian ulama, rupa, tabiat, kelakuan, dan perangai jin mirip manusia. Karena jin juga seperti manusia, mereka pun ada yang baik dan yang jahat, ada  yang muslim dan yang kafir. Jin juga memiliki tingkatan iman, ilmu, dan amalan tertentu berdasarkan keimanan dan amalan mereka kepada Allah Swt.

Walaupun jin Islam yang paling tinggi imannya dan paling shaleh amalannya serta paling luas dan banyak ilmunya, tetapi masih ada pada diri mereka sifat-sifat tercela seperti takabbur, riya’,  ujub,dan sebagainya. Namun bisa saja mereka mudah menerima teguran dan pengajaran.

 

c.   Sifat Iblis dan Syetan

1. Tidak dapat dilihat oleh indra manusia

2. Diciptakan dari api yang sangat panas

3. Angkuh dan sombong sebagai sifat dasar dari syetan atau iblis.

4. Selalu membangkang terhadap perintah Allah Swt

5. Tidak mati sebelum datangnya hari kiamat.

d.   Perilaku (Tugas) Iblis dan Syetan

Mengingkari perintah Allah dan tidak mau menghormati Adam, tetapi juga berusaha  menggoda Adam dan Hawa memakan buah terlarang.  Menghendaki agar manusia menempuh jalan yang sesat, serta menggoda manusia agar menyeleweng dari petunjuk Allah Swt. Syetan /  Iblis senang jika manusia hidup menderita. Dia akan membinasakan dan menggoda Adam beserta seluruh keturunannya ( yaitu golongan manusia) sampai hari kiamat.