Rabu, 23 Oktober 2024

MENGENAL KAULINAN BARUDAK SUNDA (KEARIFAN LOKAL)

 

MACAM-MACAM PERMAINAN ANAK ZAMAN DAHULU

(Kebiasaan Yang Hampir Punah)

 

Kaulinan yang artinya permainan, berasal dari kata ulin (main), dan barudak artinya adalah anak-anak, orang Jawa Tengah atau Jawa Timur menyebutnya dolanan bocah. Permainan anak-anak ini merupakan permainan yang secara tradisi sudah ada sejak dahulu. 

Sebelum ada game-game permainan seperti Sega, Nintendo, Play Station, X-Box, dan era gadget serta game on line,  anak-anak kecil terutama memiliki banyak permainan untuk menhabiskan waktu luang mereka.

Beberapa kaulinan barudak sunda ini memiliki keunikan tersendiri yang khas di dalamnya, yang menjadikannya berbeda dengan jenis-jenis permainan tradisional di daerah lainnya. Hal ini dapat dilihat dari beberapa aspek berikut ini:

1. Kaulinan barudak lebih cenderung memanfaatkan fasilitas lingkungan tempat yang agak luas, sehingga ini memiliki nilai ekonomis dalam pelaksanaan hiburan.
2. Kaulinan barudak sunda memiliki nilai yang kolektif, hal ini bisa dilihat dari pelaksanaan permainan tersebut yang selalu melibatkan banyaknya orang untuk bermain.
3. Di dalam permainan barudak sunda ada beberapa aspek yang menyimpan nilai yang luhur selain untuk hiburan juga untuk orientasi kreativitas motorik tanpa mempertimbangkan aturan-aturan yang terikat, serta nilai-nilai yang berhubungan dengan aspek sosial, reaksi, dan edukasi.

Selain itu, yang paling menarik adalah adanya penggunaan nyanyian-nyanyian dalam bahasa sunda atau kakawihan didalam beberapa permainannya. Inilah salah satu sisi lain dari bentuk kaulinan barudak sunda yang dapat membedakannya dengan jenis permainan lainnya, terutama yang ada di jaman sekarang seperti sekarang ini.

Permaianan ini biasanaya dilakukan setelah pulang sekolah, setelah selesai belajar atau mengerjakan pekerjaan sekolah di rumah, selesai  membantu orang tua mereka, bahkan juga di saat istirahat pada waktu mereka di sekolah.  Apalagi pada waktu liburan sekolah, anak-anak di Tatar Sunda mempunyai waktu yang panjang seharian memainkan berbagai macam kaulinan ini.

Ada permainan yang bisa dimainkan sendiri sendiri, ada permainan yang dibuat untuk dimainkan berpasangan, ada juga permainan yang harus dimainkan lebih dari dua orang.  

Selain itu juga, ada permainan yang khusus  dimainkan oleh anak-anak perempuan, permainan yang khusus dimainkan anak laki-laki, dan permainan yang bisa dimainkan bersama anak perempuan dan anak laki-laki.

Beberapa kaulinan barudak Sunda itu antara lain:

1. Ucing-ucingan
Permainan ini biasanya paling banyak dilakukan baik oleh anak laki-laki maupun perempuan. Seorang anak dipilih melalui cara pemilihan tertentu (suten, hompimpah, kacang-kacangan) menjadi ucing. Tugas seorang ucing itu ialah mengejar temannya yang lain, dan berhasil menyentuhnya. Permainan selesai jika si ucing berhasil menyentuh semua temannya.


2. Ucing Sumput
Sama seperti pada permainan ucing-ucingan, namun tugas seorang ucing disini adalah menemukan teman-temannya yang bersembunyi. Permainan selesai setelah si ucing berhasil menemukan semua temannya yang bersembunyi.

3. Anjang-anjangan
Permainan ini biasanya paling banyak dilakukan oleh anak-anak perempuan., iasanya dimainkan lebih dari satu orang. Seorang anak berperan menjadi penjual makanan, ia pura-pura memasak menggunakan daun-daunan yang dipetik di sekitarnya, sementara temannya yang menjadi pembelinya. Atau kadang berperan menjadi dokter, guru, ibu rumah tangga, atau yang lain.

4. Oray-Orayan
Anak-anak bermain ular naga di Sanggar Sandalwood, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi NTT. Permainan ini dikenal juga dengan nama oray-orayan di Jawa Barat Foto: Andhika Prasetia
Oray-orayan adalah permainan yang sampai saat ini masih rutin dimainkan. Permainannya sendiri cenderung mirip seperti ular tangga. Oray-orayan atau dalam bahasa Indonesia adalah ular-ularan dimainkan dengan cara para pemainnya mengambil posisi menyerupai ular yang meliuk-liuk.

Permainannya dilakukan secara kelompok dan bisa melibatkan 10-20 orang sekaligus. Nyanyian yang dinyanyikan biasanya seperti berikut ini:

Oray-orayan luar leor ka kebon
Entong ka kebon di kebon loba nu ngangon
Mending ka leuwi di leuwi loba nu mandi
Saha anu mandi? Anu mandina pandeuri

Untuk cara mainnya, akan ada yang menjadi ular, dan bakal ada 2 orang yang membuat terowongan dengan cara menyatukan kedua tangan mereka secara berhadapan.

Saat bermain oray-orayan, baiknya sambil memutarkan lagu. Nah, saat lagunya habis, pemain akan menangkap orang yang terakhir melewati terowongan itu..


5. Sapintrong
Permainan yang dimainkan oleh anak perempuan, yang menggunakan alat bantu dari karet gelang yang diuntun panjang menyerupai tali. Dua orang menainkan tali karet tersebut diputar-putar dan seorang lagi berloncat menghindari tali karet itu.  Permainan biasanya dimainkan bergiliran sampai pada hitungan putaran tertentu.

6. Perang Gobang
Permainan ini dimainkan hanya oleh anak laki-laki. Mereka membuat pedang-pedangan dari bambu yang diraut halus. Layaknya para pendekar atau ksatria khayalan mereka, duel dilakukan dengan temannya yang menjadi lawan. Duel selesai jika kaki seorang anak tersentuh bagian pedang lawannya.

7. Galah Asin atau Galah Ulung atau Galah Jidar
Permainan yang dimainkan beramai-ramai oleh anak laki-laki dan perempuan. Sebidang tanah diberi batas kotak memanjang dan diberi garis-garis. Satu regu giliran menjadi penjaga yang ditempatkan di setiap garis. Satu regu berperan menjadi penerobos garis tersebut. Permainan selesai ketika semua anggota regu yang coba menerobos berhasil disentuh bagian badannya (mati) oleh penjaga.

8. Sondah
Permainan ini hanya dilakukan oleh anak perempuan. Sebidang tanah diberi tanda  kotak-kotak dari yang besar sampai sangat kecil. Potongan genteng dilempar kedalam kotak itu, kemudian dipungut lagi dengan melakukan gerakan khusus (engkle - lompat dengan satu kaki dilipat).


9. Boy-boyan
Biasanya dimainkan anak laki-laki menggunakan bola yang dibuat dari koran bekas dibungkus plastik. Bola dilemparkan ke arah seorang anak, tapi tidak boleh kena kepala. Jika ia terkena bola tersebut, ia kena giliran melemparkan bola mengejar kawan-kawannya.
 
10. Gatrik
Dimainkan oleh anak laki-laki. Mengunakan sepasang bambu, satu panjang dan satu pendek. Dengan gerakan tertentu bambu yang pendek dilontarkan oleh bambu yang panjang. Jika berhasil ditangkap oleh regu penjaga, permainan selesai. 

11. Momobilan
Permainan ini hanya dimainkan anak laki-laki, dan biasanya dilakukan pada saat liburan sekolah karena membutuhkan waktu yang lama membuatnya. Rangka mobil dibuat dari bambu, rodanya dari kulit jeruk bali atau sandal karet bekas, bodinya dari kulit jeruk atau kaleng bekas.  Setelah selesai dibuat, mobil dibawa keliling kampung, menyusuri pematang sawah juga. Kadang pada malam hari permainan dilanjutkan, mobil dibawa jalan-jalan keliling kampung dengan penerangan lilin yang disimpan di bagian rangkanya.




12. Sasalimpetan
Sama seperti permainan oray-orayan, sasalimpetan penuh dengan canda tawa. Permainan dilakukan oleh anak laki-laki dan perempuan. Beberapa anak menautkan kaki mereka satu sama lain, lalu melakukan gerakan berputar sambil bernyanyi: \"sasalimpetan.. jajahe aya nu panjang.. euy, euy.\". Permainan selesai ketika tautan kaki itu terlepas, kemudian anak-anak yang lain bergiliran memainkannya.

13. Sorodot Gaplok
Permainan hanya dilakukan oleh anak laki-laki, menggunakan batu kali pipih. Cara mainnya ialah batu pipih seorang anak dilontarkan menggunakan telapak kaki bagian atas, ke arah batu lawannya yang disimpan dalam jarak tertentu. Permainan selesai ketika setiap batu yang berdiri berhasil dirubuhkan.


14. Congklak
Biasanya dimainkan anak perempuan, bisa sendirian atau berdua. Menggunakan papan kayu yang dilubangi, dimana setiap lubang berisi sejumlah biji sawo (atau kewuk- kulit kerang). Permainan selesai saat semua biji sawo yang ada di lubang habis diambil lawannya. 

15. Ngadu Kaleci dan Ngadu Langlayangan
Permainan ini hanya dilakukan anak laki-laki. Ngadu kaleci (kelereng) biasanya dimainkan berdua atau beramai-ramai. Kelereng diarahkan ke arah kelereng lawan, dan jika terkena, kelereng lawan boleh diambil. 
Ngadu langlayangan (layangan) biasanya dimainkan sendiri. Layangan dinaikkan ke udara, dan talinya digunakan sebagai pemutus layangan lain yang ada di udara.

16. Gempar dari Batu

Permainan yang melibatkan lemparan batu kecil untuk menjatuhkan tumpukan batu besar, melatih ketangkasan dan koordinasi mata dan tangan.

17. Cingciripit
Cingciripit merupakan permainan tradisional Sunda yang bisa dibilang mirip seperti hompimpa. Biasanya permainan ini dilakukan sesaat sebelum bermain petak umpet atau kucing-kucingan.

Untuk memainkannya, anak-anak diajak untuk berkumpul dengan posisi melingkar. Lalu, anak lainnya membuka telapak tangan untuk dijadikan sebagai wadah.

Selanjutnya, anak-anak lain yang ikut bermain akan meletakkan telunjuknya ke bagian tengah telapak tangan yang berperan jadi wadah tersebut sambil bernyanyi seperti berikut:

Cing ciripit
Tulang bajing kacapit
Kacapit ku bulu paré
Bulu paré sesekeutna
Jol pa dalang mawa wayang
Jrék-jrék nong, Jrék-jrék nong


Saat akhir lagu, pemilik wadah akan menangkap jari-jari dari para pemain yang ikut serta. Siapa saja dari mereka yang tertangkap, maka mereka berarti kalah dan harus berjaga ketika bermain petak umpet.

18. Endog-endogan
Endog-endogan, permainan tradisional dari tanah Sunda ini bisa dimainkan oleh beberapa orang sekaligus. Cara memainkannya adalah dengan mengepalkan tangan, lalu menumpuk tangan yang dikepal dengan tangan pemain lainnya dan disusun meninggi ke arah atas.

Nantinya tangan tersebut akan dipecahkan satu per satu seperti telur. Nah, berikut ini lagu yang biasa dimainkan:

Endog-endogan peupeus hiji pre
Endog-endogan peupeus hiji pre
Endog-endogan peupeus hiji pre
Endog-endogan peupeus hiji pre
Goleang-goleang mata sapi bolotot

19. Jajangkungan


Sejumlah anak bersiap bermain Tilalako atau egrang (engrang) di Desa Balane, Sigi, Sulawesi Tengah, Kamis (5/10/2023). Sebagian anak-anak di wilayah yang terletak di kaki barisan Pegunungan Gawalise itu, masih mempertahankan egrang sebagai permainan tradisional yang umumnya dimainkan oleh anak-anak pada kegiatan-kegiatan tertentu seperti lomba tingkat desa dan peringatan hari besar nasional.

Jajangkungan adalah permainan yang memiliki istilah lain yakni egrang. Untuk memainkannya sendiri caranya menggunakan kayu bambu yang sudah dibentuk khusus dan bisa dinaiki oleh orang. Nantinya orang tersebut bisa berjalan menggunakan egrang tadi.

Namun, permainan ini hanya bisa dimainkan secara perorangan saja, belum bisa untuk kelompok. Tapi akan tetap menyenangkan kok!


20. Perepet Jengkol
Perepet jengkol adalah permainan tradisional Sunda yang bisa dimainkan oleh laki-laki ataupun perempuan. Permainannya bisa melibatkan 3 orang sekaligus bahkan lebih.

Para pemainnya akan membentuk lingkaran tapi berpegangan tangan dengan menghadap ke arah belakang. Selanjutnya,

kaki kanan dari para pemain akan diangkat ke betis pemain satu dan lainnya, supaya mereka bisa saling menindih.

Meski begitu, tidak boleh ada pemain yang terjatuh. Mereka harus bertahan sampai semua pemain mengaitkan kakinya layaknya anyaman.

Pada akhirnya, masing-masing tangan dari pemain akan dilepaskan dan meloncat-loncat memutar ke arah kiri sembari bertepuk tangan.

21. Paciwit-ciwit Lutung
Permainan tradisional ini dilakukan dengan cara saling mencubit punggung tangan hingga membentuk tumpukan tangan yang bertingkat. Umumnya paciwit-ciwit lutung dimainkan secara kelompok yakni 4-6 orang.

Ketika memainkannya, tangan aman dipusatkan di bagian tengah sambil mereka berdiri dengan posisi


22.  Rerebonan

Baren adalah permainan lari berkelompok, bisa dimainkan gabungan oleh laki-laki dan perempuan. Baren mirip dengan ucing-ucingan, yang meninggalkan lubang harus dikejar namun jika dia balik menginjak lubangnya sendiri tidak bisa dikejar.

 

23. Sigug

Alat permainan sigug adalah potongan genting. Setiap orang memiliki dua potongan, yang satu dipasang di kalang, satunya lagi dilempar.

Yang dapat giliran pertama harus menembak/ menggeser potongan genting di dalam kalang dengan cara ditembak oleh genting yang dilempar tadi. Menembaknya menggunakan kaki bagian dalam/ samping ibu jari. Yang duluan membawa genting ke garis start dialah pemenangnya.

 

24. Ucing beling

Ucing beling cara mainnya adalah ucing harus mencari beling atau benda kecil lainnya yang disembunyikan di tanah. Menyembunyikan beling tidak boleh keluar dari batas yang ditentukan.

 

25. Ngadu bandring

Ngadu bandring yaitu adu kuat benang yang ujungnya diberi bandul.

 

 

 


26. Ngadu gesreng

Ngadu gesreng mirip dengan bandring, yaitu adu kuat benang. Benangnya bisa benang kenur atau membuat dari serat pohon pisang (ramat). Cara mainnya kedua ujung benang dipegang kemudian digesek dengan benang lawan sampai putus.

 

27. Béklen, békles

Kaulinan békles umumnya dimainkan oleh anak perempuan. Alatnya berupa kewuk (cangkang kerang) dan bola bekles.

 

28. Eundeuk-eundeukan

Yang biasanya main eundeuk-eundeukan adalah anak-anak yang bisa naik/manjat pohon, seperti pohon jambu. Beberapa anak bernyanyi sambil menggoyang-goyang dahan. Dalam satu pohon itu bisa ada beberapa orang.

 

29. Damdaman

Permainan damdaman adalah kaulinan yang mirip dengan catur, yaitu saling makan. Kalau ada anak yang bisa dimakan tapi tidak dimakan, maka akan kena dam (denda) diambil tiga anak.

Anak dalam permainan damdaman bisa dari kerikil, gulungan kertas kecil, atau patahan lidi yang berbeda warna (untuk membedakan dengan anak lawan).

Papannya bisa menggunakan kertas yang sudah digambar garis-garis damdaman.

 

31. Loncat tinggi

Loncat tinggi dimainkan secara berkelompok. Alatnya karet gelang yang sudah diuntun. Kelompok pertama memegang ujung-ujung tali karet, kelompok yang lain melompatinya. Ketinggian tali bertahap dari lutut sampai tangan diangkat lurus ke atas.

 

32. Ucing baledog

Ucing baledog dimainkan secara berkelompok. Alatnya bola kasti atau bikin dari gulungan kertas yang diikat karet. Cara mainnya; kelompok ucing harus melempar anggota kelompok lain sampai kena.

 

33. Sosorodotan

Sosorodotan atau perosotan biasanya dilakukan di gawir (tebing) yang licin. Bisa tanpa alat (langsung ke tanah), atau menggunakan upih jambe.

 

34. Peperangan

Peperangan biasanya dimainkan oleh dua kelompok anak laki-laki. Senapannya macam-macam, ada yang dibuat dari pelepah daun pisang, membuat dari kayu, atau dari bambu kecil (tamiang).

 

35. Kokoleceran

Main kokoleceran yaitu main baling-baling. Bahan kolecer biasanya dari bungkus bambu yang sudah kering, solobongnya (lubang baling-baling) dari sarengseng (ranting bambu). Kolecer tadi kemudian dibawa berlari-lari supaya berputar.

 

36. Konclong

Konclong merupakan permainan yang dilakukan secara perorangan. Hal pertama yang harus dilakukan adalah membuat gambar kotak-kotak digambar di atas tanah. Kemudian, pemain melompati dengan satu kaki dari satu kotak ke kotak berikutnya.

Pemain dianggap berhasil bila bisa melompati kotak tanpa mengenai garis dan mereka akan mendapatkan satu poin. Permainan akan dimenangkan oleh mereka yang berhasil mengumpulkan poin paling banyak.

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar