HADIS
TENTANG JUJUR DALAM MUAMALAH & DALIL NAQLI SIFAT JUJUR
Jujur merupakan sifat terpuji yang harus dimiliki setiap
muslim. Islam mewajibkan umatnya untuk memiliki sifat ini. Berikut ini
hadis-hadis tentang jujur pada muamalah dalam Islam, serta dalil naqli yang
menganjurkannya. Dalam bahasa Arab, jujur berasal dari kata as-shidqu atau
shiddiq yang artinya benar atau nyata. Lawan kata as-shidqu adalah al-kidzbu
yang artinya dusta atau bohong. Bagi seorang muslim, kejujuran adalah
penyempurna keimanan, sekaligus juga pelengkap keislamannya. Allah
memerintahkan hamba-Nya untuk bertakwa, yang pondasinya adalah sifat jujur dan
amanah.
Sementara itu, istilah muamalah dalam Islam bermakna aturan
Allah untuk manusia dalam bergaul dengan manusia lainnya pada interaksi sosial
mereka. Mengutip dari Al-Quran Hadis (2020) yang ditulis Nismatul Khoiriyah,
ada 2 aspek dalam muamalah yaitu adabiyah dan madaniyah.
Pertama, aspek adabiyah menyangkut adab atau akhlak, seperti
kejujuran, toleransi, sopan santun, adab bertetangga dan sebagainya.
Kedua, aspek madaniyah berhubungan dengan kebendaan, seperti
halal, haram, syubhat, kemudharatan, dan lainnya. Jika kita terus mengamalkan
kejujuran dalam setiap aktivitas muamalah, niscaya Allah akan membuka
keberkahan dan pintu rezeki yang tidak disangka-sangka. Selain itu, orang yang
bermuamalah dengan jujur dan amanah akan merasa nyaman dan senang. Karakter
jujur juga merupakan akhlak menonjol sosok uswatun hasanah, Nabi Muhammad, yang
diteladankan beliau SAW sehari-hari hingga dikenal dengan julukan Al-Amin.
Dalam sebuah hadis, disebutkan juga hikmah kejujuran:
“Hendaklah kamu semua bersikap jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan,
dan kebaikan membawa ke surga. Seseorang yang selalu jujur dan mencari
kejujuran akan ditulis oleh Allah sebagai orang yang jujur. Jauhilah sifat
bohong, karena kebohongan membawa kepada kejahatan dan kejahatan membawa ke
neraka. Orang yang selalu berbohong dan mencari-cari kebohongan akan ditulis
oleh Allah sebagai pembohong,” (HR. Muslim).
Baca juga: Ayat-ayat Al-Quran tentang Muamalah: Arab, Latin,
dan Terjemahannya Di Balik Pasar Muamalah Depok yang Jual-Beli dengan Dinar
& Dirham Hadis dan Dalil Naqli Tentang Jujur dalam Muamalah Perintah
berlaku jujur ditegaskan dalam Al-Qur’an dan hadis Nabi Muhammad SAW.
Berikut ini adalah beberapa hadis tentang jujur dalam
muamalah:
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَال قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى
اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا مَعْشَرَ التُّجَّارِ اِنَّكُمْ قَدْ وَلَيْتُمْ اَمْرًاهَلَكَتْ
فِيْهِ اْلأُمَمُ السَّالِفَةُ المِكْيَالُ وَاْلمِيْزَانُ
Bacaan latinnya: "'An Ibni 'Abbas qoola qoola Rasulullah
SAW yaa ma'syarattujjar innakum qod walaytum amron halakat fiihil umamus
saalifatul mikyaalu wal miizaan" “Dari Ibnu Abbas RA, ia berkata,
Rasulullah SAW bersabda: 'Wahai para pedagang, sesungguhnya kalian menguasai
urusan yang telah menghancurkan umat terdahulu, yakni takaran dan timbangan,”
(H.R. Baihaqi)
Hadis di atas merupakan peringatan keras kepada para pedagang
untuk menyempurnakan takaran dan timbangan. Takaran dan timbangan adalah dua
alat ukur yang mendapat perhatian serius agar dipergunakan secara tepat dan
benar dalam perekonomian, serta tidak dilakukan dengan khianat.
عَنْ حَسَنِ بْنِ عَلِيٍّ مَا حَفِظْتَ مِنْ رَسُولِ
اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ حَفِظْتُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَعْ مَا يَرِيبُكَ إِلَى مَا لَا يَرِيبُكَ فَإِنَّ الصِّدْقَ
طُمَأْنِينَةٌ وَإِنَّ الْكَذِبَ رِيبَةٌ
“Dari Hasan bin Ali RA: Aku menghafal dari
Rasulullah SAW: 'Tinggalkan yang meragukanmu kepada sesuatu yang tidak
meragukanmu karena kejujuran itu ketenangan dan dusta itu keraguan," (H.R.
Tirmidzi) Isi hadis tersebut berkaitan dengan perintah Rasulullah agar umat
Islam meninggalkan segala sesuatu yang membuat ragu-ragu menuju kepada sesuatu
yang membawa kita kepada ketenangan. Hadis ini juga menegaskan bahwa kejujuran
adalah hal yang membawa kita kepada ketenangan, sedangkan dusta dan curang akan
membawa kita kepada keraguan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar