Senin, 23 Oktober 2023

MATERI AL-QUR’AN HADIS KELAS IX SEM. GASAL BAB 1 MEMBACA AL-QUR'AN DENGAN TAJWID

 Bab I Membaca Al-Qur'an dengan Tajwid

Al-Qur‟an adalah Kalamullah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad  Saw. melalui Jibril As. untuk dijadikan pedoman hidup umat manusia. Membaca al-Qur‟an merupakan salah satu ibadah utama yang besar pahalanya, sebagaimana  dijelaskan dalam Hadis berikut: 

Abdullah bin Mas‟ud ra. berkata: Rasulullah Saw. bersabda: “Siapa yang  membaca satu huruf dari al-Qur‟an maka baginya satu kebaikan dengan bacaan  tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya, dan aku tidak  mengatakan الن satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim  satu huruf.” (HR. Tirmidzi). 

Sebagai sebuah ibadah, membaca al-Qur‟an haruslah sesuai ketentuan yang disebut “ilmu Tajwid”. Tajwid secara bahasa berasal dari kata jawwada,  yujawwidu, tajwiidan artinya membaguskan atau menjadikan bagus, dapat pula  diartikan sebagai "al-ityaanu biljayyidi" "segala sesuatu yang mendatangkan  kebaikan".

 

Tujuan mempelajari Ilmu Tajwid adalah agar dapat membaca ayat-ayat al Quran secara benar sesuai dengan yang diajarkan oleh Nabi saw., sehingga dapat  memelihara lisan dari kesalahan-kesalahan ketika membacanya. Hukum  mempelajari ilmu Tajwid sebagai disiplin ilmu adalah fardhu kifayah, namun  hukum membaca al-Quran dengan memakai aturan Tajwid adalah fardhu 'ain.  

Syeikh Ibnul Jazari menjelaskan: "Membaca al-Qur‟an dengan Tajwid,  hukumnya wajib. Siapa saja yang membaca al-Qur‟an tanpa memakai Tajwid,  hukumnya dosa. Karena sesungguhnya Allah menurunkan al-Quran dengan  Tajwidnya. Demikianlah yang sampai kepada kita dari-Nya" 

Mari kita mengawali belajar dan mengamalkan Tajwid dengan niat yang baik karena Allah Swt. sehingga kita mendapatkan manfaat dan pahalanya. 


Membaca Al-qur'an sudah seharusnya dilakukan sesuai hukum bacaan tajwid. Salah satu hukum bacaan tajwid adalah hukum Mad. Hukum Mad terbagi menjadi dua macam, yakni Mad Asli atau Mad Thabi’i dan Mad Far’i.

 Dikutip dari buku Juz Amma Tajwid Berwarna & Terjemahannya oleh M. Khalilurrahman Al Mahfani, Mad menurut bahasa adalah tambahan. Berdasarkan istilah Ilmu Tajwid, Mad adalah memanjangkan suara suatu huruf karena adanya huruf Mad, yaitu alif (ا) , wau (و), dan ya’ (ي).

Mad Thabi’I atau Mad Asli

Mad Thabi’i menjadi salah satu tajwid yang paling banyak ditemukan dalam ayat-ayat alquran. Mad Thabi’i atau Mad Asli adalah bentuk mad yang paling mendasar. Mad Asli terjadi apabila ada huruf alif mati yang terletak sesudah fathah, ya’ mati sesudah kasrah, dan huruf wau mati sesudah dhammah.

Panjang Mad Asli adalah dua harakat atau dua ketukan. Harakat adalah gerakan bilangan atau ketukan irama yang temponya sedang. Adapun contoh bacaan mad thabi’i atau mad asli adalah كتَا بٌ - يَقُوْلُسمِيْعٌ

Mad Far’i

Dalam buku Juz Amma Tajwid Berwarna & Terjemahannya, Mad Far’i secara bahasa artinya cabang. Sedangkan dalam istilah Ilmu Tajwid, Mad Far'i adalah pengembangan dari Mad Asli yang disebabkan oleh hamzah atau sukun. Mad Far'i terdiri dari 13 macam, 10 di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Mad Wajib Muttasil

Mad Wajib Muttasil, terjadi saat Mad Asli bertemu dengan hamzah pada satu kalimat. Panjangnya empat atau lima harakat, dan ketika berhenti, boleh membaca dengan enam harakat.

Contoh: سَوَآءٌ - جَآءَ - جِيْء‎

2. Mad Jaiz Munfasil

Mad Jaiz Munfasil, terjadi saat Mad Asli bertemu dengan hamzah, namun hamzah tersebut ada di kalimat lain. Jaiz sendiri berarti boleh, sedangkan Munfashil berarti terpisah. Cara membaca Mad Jaiz Munfashil adalah dipanjangkan empat atau lima harakat.

Contoh: وَﻻَأنْتُمْ بِمَا أُنْزِلَ

3. Mad Arid Lissukun

Mad Arid Lissukun, terjadi saat Mad Asli yang diiringi atau menghadapi satu huruf hidup dalam satu kalimat yang mati karena berhenti atau diwaqafkan. Aturan membacanya boleh pendek (dua harakat), sedang (empat harakat), atau panjang (enam harakat).

Contohnya: بَصِيْرٌ خَالِدُوْنَ والنَّاسِ سَمِيْعٌ

4. Mad Badal

Mad Badal, terjadi jika ada huruf hamzah ( ء ) bertemu dengan huruf Mad. Cara membacanya seperti Mad Asli atau dua harakat.

Contohnya: آدَمَ إيْماَنٌ

5. Mad Iwad

Mad iwad, terjadi apabila ada pergantian harakat fathatain atau tanwin fathah ( ) menjadi alif seperti mad thabi'i karena diwaqafkan. Cara membacanya seperti Mad Asli atau dua harakarat.


Mad lazim mukhaffaf kilmi, mutsaqqal kilmi, mad lazim  mutsaqqal harfi dan mukhaffaf harfi.

Bacaan mad lazim merupakan bacaan yang dibaca panjang dengan panjang enam harakat atau tiga alif. Dasarnya mad lazim terbagi menjadi dua yaitu yang diberatkan dan diringankan cara bacanya.



Pembahasan:

1. Mad Lazim Mutsaqqal Kilmi

Dibaca panjang 6 harakata atau tiga alif yang bacanya diberatkan. Beratnya mad lazim ini diakibatkan karena dibcanya agak diidghomkan.

contohnya:

وَلاَ الضَّالِّيْنَ،  كَافَّة ،  اَلْحـَــاقَّة

2. Mad Lazim Mukhaffaf Kilmi

Dibaca panjang 3 alif dan diringankan, karena bacaan ini tidak ada yang di baca idgham.

contohnya:

أَثُمَّ إِذَا مَا وَقَعَ آمَنْتُمْ بِهِ ۚ آلْآنَ وَقَدْ كُنْتُمْ بِهِ تَسْتَعْجِلُونَ

آلْآنَ وَقَدْ عَصَيْتَ قَبْلُ وَكُنْتَ مِنَ الْمُفْسِدِينَ

3. Mad Lazim Mutsaqqal Harfi

Cara bacanya panjang 3 alif, diakibatkan karena bertemunya mad dengan tasdid sehingga di idghamkan cara bacanya. Biasanya terletak di awal kalimat.

contohnya

ن     ق      الم

4. Mad Lazim Mukhaffaf Harfi

Adalah dibaca panjang 3 alif dan tidak di idghamkan. Biasanya terletak diawal kalimat surah.

contohnya

طه      يس     حم      ال

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar