Bab I Membaca Al-Qur'an dengan Tajwid
Al-Qur‟an adalah Kalamullah yang
diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw. melalui Jibril As. untuk dijadikan
pedoman hidup umat manusia. Membaca al-Qur‟an merupakan salah satu ibadah utama
yang besar pahalanya, sebagaimana dijelaskan dalam Hadis berikut:
Abdullah bin Mas‟ud ra. berkata: Rasulullah Saw.
bersabda: “Siapa yang membaca satu huruf dari al-Qur‟an maka
baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan
menjadi 10 kebaikan semisalnya, dan aku tidak mengatakan الن satu huruf akan tetapi Alif satu huruf,
Laam satu huruf dan Miim satu huruf.” (HR. Tirmidzi).
Sebagai sebuah ibadah, membaca al-Qur‟an haruslah
sesuai ketentuan yang disebut “ilmu Tajwid”. Tajwid secara bahasa berasal dari
kata jawwada, yujawwidu, tajwiidan artinya membaguskan
atau menjadikan bagus, dapat pula diartikan sebagai "al-ityaanu
biljayyidi" "segala sesuatu yang mendatangkan
kebaikan".
Tujuan mempelajari Ilmu Tajwid adalah agar dapat membaca
ayat-ayat al Quran secara benar sesuai dengan yang diajarkan oleh Nabi saw.,
sehingga dapat memelihara lisan dari kesalahan-kesalahan ketika
membacanya. Hukum mempelajari ilmu Tajwid sebagai disiplin ilmu adalah
fardhu kifayah, namun hukum membaca al-Quran dengan memakai aturan Tajwid
adalah fardhu 'ain.
Syeikh Ibnul Jazari menjelaskan: "Membaca
al-Qur‟an dengan Tajwid, hukumnya wajib. Siapa saja yang membaca
al-Qur‟an tanpa memakai Tajwid, hukumnya dosa. Karena sesungguhnya Allah
menurunkan al-Quran dengan Tajwidnya. Demikianlah yang sampai kepada kita
dari-Nya"
Mari kita mengawali belajar dan mengamalkan Tajwid dengan niat yang baik karena Allah Swt. sehingga kita mendapatkan manfaat dan pahalanya.
Membaca Al-qur'an
sudah seharusnya dilakukan sesuai hukum bacaan
Dikutip dari buku Juz Amma Tajwid Berwarna & Terjemahannya oleh M. Khalilurrahman Al Mahfani, Mad menurut bahasa adalah tambahan. Berdasarkan istilah Ilmu Tajwid, Mad adalah memanjangkan suara suatu huruf karena adanya huruf Mad, yaitu alif (ا) , wau (و), dan ya’ (ي).
Mad
Thabi’I atau Mad Asli
Mad Thabi’i
menjadi salah satu tajwid yang paling banyak ditemukan dalam ayat-ayat alquran.
Mad Thabi’i atau Mad Asli adalah bentuk mad yang paling mendasar. Mad Asli
terjadi apabila ada huruf alif mati yang terletak sesudah fathah, ya’ mati
sesudah kasrah, dan huruf wau mati sesudah dhammah.
Panjang Mad
Asli adalah dua harakat atau dua ketukan. Harakat adalah gerakan bilangan atau
ketukan irama yang temponya sedang. Adapun contoh bacaan mad thabi’i atau mad
asli adalah كتَا بٌ - يَقُوْلُ – سمِيْعٌ
Mad Far’i
1. Mad Wajib
Muttasil
Mad Wajib
Muttasil, terjadi saat Mad Asli bertemu dengan hamzah pada satu kalimat.
Panjangnya empat atau lima harakat, dan ketika berhenti, boleh membaca dengan
enam harakat.
2. Mad Jaiz
Munfasil
Mad Jaiz
Munfasil, terjadi saat Mad Asli bertemu dengan hamzah, namun hamzah tersebut
ada di kalimat lain. Jaiz sendiri berarti boleh, sedangkan Munfashil berarti
terpisah. Cara membaca Mad Jaiz Munfashil adalah dipanjangkan empat atau lima
harakat.
Contoh: وَﻻَأنْتُمْ بِمَا أُنْزِلَ
3. Mad Arid
Lissukun
Mad Arid
Lissukun, terjadi saat Mad Asli yang diiringi atau menghadapi satu huruf hidup
dalam satu kalimat yang mati karena berhenti atau diwaqafkan. Aturan membacanya
boleh pendek (dua harakat), sedang (empat harakat), atau panjang (enam
harakat).
Contohnya: بَصِيْرٌ خَالِدُوْنَ والنَّاسِ سَمِيْعٌ
4. Mad Badal
Mad Badal,
terjadi jika ada huruf hamzah ( ء ) bertemu dengan
huruf Mad. Cara membacanya seperti Mad Asli atau dua harakat.
Contohnya: آدَمَ إيْماَنٌ
5. Mad Iwad
Mad iwad,
terjadi apabila ada pergantian harakat fathatain atau tanwin fathah ( ﹷ ) menjadi alif
seperti mad thabi'i karena diwaqafkan. Cara membacanya seperti Mad Asli atau
dua harakarat.
Mad
lazim mukhaffaf kilmi, mutsaqqal kilmi, mad lazim mutsaqqal harfi dan
mukhaffaf harfi.
Bacaan mad lazim merupakan bacaan yang dibaca
panjang dengan panjang enam harakat atau tiga alif. Dasarnya mad lazim terbagi
menjadi dua yaitu yang diberatkan dan diringankan cara bacanya.
Pembahasan:
1. Mad Lazim Mutsaqqal Kilmi
Dibaca panjang 6 harakata atau tiga alif yang
bacanya diberatkan. Beratnya mad lazim ini diakibatkan karena dibcanya agak
diidghomkan.
contohnya:
وَلاَ الضَّالِّيْنَ،
كَافَّة ، اَلْحـَــاقَّة
2. Mad Lazim Mukhaffaf Kilmi
Dibaca panjang 3 alif dan diringankan, karena
bacaan ini tidak ada yang di baca idgham.
contohnya:
أَثُمَّ إِذَا مَا وَقَعَ
آمَنْتُمْ بِهِ ۚ آلْآنَ وَقَدْ كُنْتُمْ بِهِ تَسْتَعْجِلُونَ
آلْآنَ وَقَدْ عَصَيْتَ قَبْلُ
وَكُنْتَ مِنَ الْمُفْسِدِينَ
3. Mad Lazim Mutsaqqal Harfi
Cara bacanya panjang 3 alif, diakibatkan karena
bertemunya mad dengan tasdid sehingga di idghamkan cara bacanya. Biasanya
terletak di awal kalimat.
contohnya
ن
ق الم
4. Mad Lazim Mukhaffaf Harfi
Adalah dibaca panjang 3 alif dan tidak di
idghamkan. Biasanya terletak diawal kalimat surah.
contohnya
طه
يس حم ال
Tidak ada komentar:
Posting Komentar