Secara
umum,sifat-sifat Allah ada tiga yaitu sifat wajib,sifat mustahil,dan sifat
jaiz. Ketiga sifat ini wajib diketahui dan di yakini oleh seorang mukmin.
A.
Sifat Wajib dan Mustahil Allah S.w.t.
Kita akan pelajari sifat wajib Allah dan
mustahil-Nya secara bersamaan. Karena pada dasarnya,sifat mustahil adalah
kebalikan dari sifat wajib.
a). Pengertian dan Sifat-Sifat Wajib serta Mustahil Allah
Yang dimaksud sifat wajib Allah
s.w.t.ialah sifat-sifat yang pasti dimiliki oleh Allah s.w.t. yang sesuai
dengan keagungan-Nya sebagai Pencipta alam seisinya.Sedangkan sifat mustahil
Allah adalah kebalikan dari sifat wajib Allah,yaitu sifat yang tidak mungkin
ada dan tidak layak disandarkan pada Dzat-Nya sebagai Pencipta alam semesta.
Sifat-sifat wajib dan mustahil Allah adalah sebagai berikut:
1.
Wajib : Wujud artinya ada
Mustahil : ‘Adam artinya tidak ada
Adanya Allah S.w.t..dapat dibuktikan dengan
adanya alam ini. Semua barang yang ada di lingkungan kita pasti ada yang
membuat. Adanya meja ada yang membuat yaitu Tukang. Adanya baju atau pakaian
karena dibuat oleh penjahit. Alam ini pasti ada yang membuat dan tidak mungkin
ada dengan sendirinya. Allah S.w.t.berfirman dalam Q.S Ali Imron:2
ª!$#
Iw
tm»s9Î)
wÎ)
uqèd
yÛø9$#
ãPqs)ø9$#
ÇËÈ
Artinya : ”Allah,
tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Yang Hidup kekal lagi
terus menerus mengurus makhluk-Nya.
2.
Wajib : (Qidam)
artinya Terdahulu
Mustahil
: Fana’ artinya Rusak
Akal sehat mengatakan
bahwa tukang kayu lebih dahulu ada daripada meja yang dibuatnya. Allah S.w.t..adalah pencipta alam
semesta, Dia lebih dahulu ada sebelum
alam ini ada. Firman Allah Q.S. Al-Hadid ayat 3 .
uqèd
ãA¨rF{$#
ãÅzFy$#ur
ãÎg»©à9$#ur
ß`ÏÛ$t7ø9$#ur
( uqèdur
Èe@ä3Î/
>äóÓx«
îLìÎ=tæ
ÇÌÈ
Artinya :”Dialah Yang Awal dan Yang Akhir,
Yang Lahir dan Yang Batin; dan Dia Maha
Mengetahui segala sesuatu. (Q.S.Al Hadiid 3)”
3.
Wajib : Baqa’ artinya Berbeda
dengan Makhluk
Mustahil
: artinya serupa dengan Makhluk
Semua makhluk ciptaan
Allah S.w.t..akan rusak, sedangkan Dia sebagai pencipta tidak akan rusak. Allah S.w.t..akan kekal
selamanya dan Dia tidak akan pernah mati.
Firman Allah S.w.t. dalam Q.S Ar-Rahman :27 .
4s+ö7tur
çmô_ur
y7În/u
rè
È@»n=pgø:$#
ÏQ#tø.M}$#ur
ÇËÐÈ
Artinya : “dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang
mempunyai kebesaran dan kemuliaan.
4.
Wajib : Mukhalafatu lil Hawaditsi artinya Berbeda
dengan Makhluk
Mustahil : Mumatsalatu lil Hawaditsi
artinya serupa dengan Makhluk
Allah
S.w.t..memiliki sifat yang sempurna dan istimewa. Sifat Allah S.w.t.. berbeda dengan sifat makhluk-Nya. Allah
S.w.t..berfirman
}§øs9 ¾ÏmÎ=÷WÏJx. Öäïx« ( uqèdur ßìÏJ¡¡9$# çÅÁt7ø9$# ÇÊÊÈ
Artinya :
”tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha mendengar
dan melihat”.
5.
Wajib : Qiyamuhu Binafsihi
artinya Berdiri Sendiri
Mustahil
: Ihtiyaju Lighhoirihi artinya Butuh Kepada yang Lain
Allah
S.w.t..sebagai pencipta alam adalah Maha kuasa. Dia tidak memerlukan bantuan dari kekuatan lain karena mempunyai
kekuatan yang ada pada diri-Nya. Firman Allah S.w.t. . Q.S Al-Ankabuut: 6
`tBur yyg»y_ $yJ¯RÎ*sù ßÎg»pgä ÿ¾ÏmÅ¡øÿuZÏ9 4 ¨bÎ) ©!$# ;ÓÍ_tós9 Ç`tã tûüÏJn=»yèø9$# ÇÏÈ
“… dan Barangsiapa yang berjihad, Maka Sesungguhnya jihadnya itu
adalah untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (tidak
memerlukan sesuatu) dari semesta alam”.
6.
Wajib : Wahdaniah artinya Esa
Mustahil
: Ta’addud artinya berbilang
Manusia
dituntut untuk meyakini bahwa wujud Allah Maha Esa (satu). Firman Allah S.w.t..
ö@è% uqèd ª!$# îymr& ÇÊÈ
Artinya :
”Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa
(Q.S. 112 Al Ikhlash 1)
öqs9
tb%x.
!$yJÍkÏù
îpolÎ;#uä
wÎ)
ª!$#
$s?y|¡xÿs9
4 z`»ysö6Ý¡sù
«!$#
Éb>u
ĸöyèø9$#
$£Jtã
tbqàÿÅÁt
ÇËËÈ
Artinya :
“Sekiranya ada di langit dan di bumi tuhan-tuhan selain Allah, tentulah
keduanya itu telah rusak binasa Q.S.Al Anbiyaa' 22
7.
Wajib : Qudrat artinya Kuasa
Mustahil
: ’Ajzun artinya Lemah
Manusia dapat
berkuasa, tetapi kekuasaannya sangat terbatas. Manusia tidak akan dapat mempertahankan dirinya untuk tetap
hidup . Kuasa Allah S.w.t..di atas
segala-galanya. Allah S.w.t..berfirman :
4 cÎ) ©!$# 4n?tã Èe@ä. &äóÓx« ÖÏs% ÇËÉÈ
Artinya:” Sesungguhnya Allah berkuasa atas
segala sesuatu.
(Q.S. 2 Al
Baqarah 20)
8.
Wajib : Iradah artinya
Berkehehdak
Mustahil
: Karahah artinya Terpaksa
Manusia
mempunyai kehendak, tetapi banyak yang tidak terlaksana. Kehendak Allah
S.w.t..pasti terlaksana karena Dia Maha Kuasa. Jika Allah S.w.t..berkehendak,
tidak satu pun yang dapat menolak. Allah S.w.t..mempunyai kemauan dan
kehendak sendiri dalam menciptakan alam
semesta. Dia tidak akan pernah diperintah dan
diatur pihak lain. Firman Allah S.w.t..:
!$yJ¯RÎ) ÿ¼çnãøBr& !#sÎ) y#ur& $º«øx© br& tAqà)t ¼çms9 `ä. ãbqä3usù ÇÑËÈ
Artinya
:”Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah
berkata kepadanya: "Jadilah!" maka terjadilah ia.(Q.S.Yaa siin
82)
9.
Wajib : ‘Ilmun artinya Mengetahui
Mustahil
: Jahlun artinya Bodoh
Akal sehat
pasti mengakui bahwa orang yang membuat sesuatu pasti mengetahui sesuatu yang
akan dibuat. Allah S.w.t..adalah pencipta alam ini dan Dia mengetahui semua ciptaan-Nya .Firman Allah S.w.t. . :
4 ª!$#ur Èe@ä3Î/ >äóÓx« ÒOÎ=tã ÇÊÏÈ
Artinya : ” dan
Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." (Q.S. Al Hujuraat 16)
10.
Wajib : Hayat artinya Hidup
Mustahil
: Mautun artinya Mati
Seluruh
kehidupan makhluk tunduk kepada Allah S.w.t..Dia yang mengatur semua kehidupan
makhluk hidup. Allah S.w.t..tidak akan mati dan Dia kekal selamanya .Allah
S.w.t.berfirman :
اللهُ
لا إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوم
Artinya: “Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak
disembah) melainkan Dia. Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus
makhluk-Nya. (Q.S. 3 Ali 'Imran 2)
11.
Wajib : Sama’ artinya Mendengar
mustahil
: Shummun artinya Tuli
Tidak ada suatu
yang tidak didengar oleh Allah S.w.t..Walaupun jumlah suara manusia ratusan
juta, semua akan didengar oleh Allah S.w.t.Allah S.w.t..berfirman:
إِنَّ اللهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
Artinya:
Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Q.S. Al Hujuraat 1)
12.
Wajib : Bashar artinya Melihat
mustahil
: ’Umyun artinya Buta
Allah melihat
segala sesuatu, baik yang besar maupun yang kecil, bahkan yang tersembunyi,
tanpa bantuan alat untuk melihat. Penglihatan Allah tidak ada batasnya.
Teknologi manusia yang paling canggih pun tidak mungkin dapat mengimbangi
penglihatan Allah. Firman Allah S.w.t.:
إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ البَصِيرُ
Artinya: ”
Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (Q.S. 17 Al Israa' :1)
13.
Wajib : Kalam artinya Berfirman
mustahil
: Bukmun artinya Bisu
Kalam berarti Allah S.w.t..berbicara melalui
firman-Nya yang berupa wahyu. Allah S.w.t. berfirman :” وَكَلَّمَ اللهُ مُوسَى تَكْلِيماً
Artinya:” Dan
Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung. (Q.S. 4 An Nisaa' 164)
Dari sifat yang
13 itu,para ulama’ menambahkan 7 sifat yang merupakan penguat dari 7 sifat yang
terakhir (qudrat, iradat, ilmu, hayat, sama’, bashar, dan kalam). Sehingga
sifat-sifat Allah yang wajib dan mustahil menjadi 20 sifat. Sifat-sifat itu
adalah :
14.
Wajib : Qadiran artinya yang Maha
Kuasa
Mustahil : ’Ajizan artinya yang lemah
Sesungguhnya
Allah Zat Yang Maha kuasa atas segala sesuatu.
15.
Wajib : Muridan artinya yang Maha
berkehendak
Mustahil : Mukrahan artinya yang terpaksa
Sesungguhnya
Allah Zat Yang Maha Berkehendak atas segala sesuatu.
16.
Wajib : ‘Aliman artinya yang Maha
Mengetahui
Mustahil : Jahilan
artinya yang Bodoh
Sesungguhnya
Allah Zat Yang Maha Mengetahui atas segala sesuatu.
17.
Wajib : Hayyan artinya Yang Maha
Hidup
Mustahil : Mayyitan
artinya yang Mati
Sesungguhnya
Allah Zat Yang Mahahidup, hidup selamnya dan tidak akan mati.
18.
Wajib : Sami’an artinya Maha Mendengar
Mustahil : . Ashommu artinya yang Tuli
Sesungguhnya Allah Zat Yang Maha Mendengar
atas segala sesuatu.
19.
Wajib : Bashiran artinya Yang
Maha Melihat
Mustahil : A’ma artinya yang Buta .
Sesungguhnya
Allah adalah Zat Yang Maha Melihat atas segala sesuatu
20.
Wajib : Mutakalliman artinya Yang Maha
Berfirman
Mustahil : Abkam
artinya yang Bisu
Sesungguhnya Allah Zat Yang Maha
Berkata-kata atau Maha Berfirman.
b). Pembagian Sifat-sifat Wajib Bagi Allah
Dua puluh sifat di atas tersebut dikelompokkan menjadi 4 kelompok sebagai
berikut :
1. Sifat Nafsiyah, yaitu sifat yang berhubungan dengan Dzat Allah
S.w.t..semata.Sifat nafsiyah ini ada satu, yaitu wujud. (وُجُوْد )
2. Sifat Salbiyah, yaitu sifat yang menolak segala sifat-sifat yang tidak
layak dan patut bagi Allah s.w.t, sebab Allah Maha sempurna dan tidak memiliki
kekurangan. Atau bisa diartikan sifat salbiyah ini hanya dimilki oleh Allah dan
tidak dimiliki oleh makhlukNya
Sifat
salbiyah ini ada lima, yaitu :
1. Qidam ( قِدَامْ )
2. Baqa’ (بَقَاء )
3. Mukhalafatu lil hawaditsi ( مُخَالَفَةُ لِلحَوَادِثِ )
4. Qiyamuhu binafsihi
( قِيَامُهُ
بِنَفْسِهِ )
5. Wahdaniyyah (وَحْدَانِيَّة )
3. Sifat Ma’ani, yaitu sifat yang ada
pada dzat Allah yang sesuai dengan kesempurnaan Allah. Karena keberadaan sifat
inilah nantinya muncul sifat ma’nawiyah. Yang termasuk sifat ma’ani ada tujuh,
yaitu :
1. Qudrat ( قُدْرَة
)
2. Iradat ( اِرَا دَة )
3. ‘Ilmu ( عِلْمُ )
4. Hayat (
حَيَا ة)
5. Sama’ ( سَمَع )
6. Bashar ( بَصَرْ )
7. Kalam (كَلاَ م )
Sifat-sifat ma’ani ini adalah sifat-sifat yang juga dimiliki oleh makhluk.
Bedanya,jika yang memiliki sifat ini
Allah maka sifat ini tidak tebatas,sedangkan jika yang memiliki sifat
ini makhluk,maka sifat ini terbatas. Contohnya : Allah Maha hidup artinya
selamanya dan tidak akan mati. Sedangkan makhluk-Nya juga hidup,tapi suatu saat
akan mati
4.
Sifat Ma’nawiyah, yaitu sifat yang selalu
tetap ada pada dzat Allah dan tidak mungkin pada suatu ketika Allah tidak
bersifat demikian. Jumlah sifat ma’nawiyah sama dengan jumlah sifat ma’ani, yaitu
:
1. Qadiran ( قَادِرًا )
2. Muridan ( مُرِيْدًا )
3. ’Aliman ( عَا لِمَاً )
4. Hayyan ( حَيًّا )
5. Sami’an ( سَمِيْعًا
6. Basiran ( بَصِيْرًا )
7. Mutakalliman ( مُتَكَلِّمًا )
Sifat-sifat ini sebagai penguat dari sifat-sifat ma’ani Allah. Dengan
demikian, sifat ma’ani Allah dan ma’nawiyah-Nya tidak bisa dipisahkan satu
dengan yang lainnya,sebab setiap ada sifat ma’ani tentu ada sifat ma’nawiyah.
Dengan kata lain,sifat ma’anawiyah Allah menggambarkan keberadaan dan Dzat
Allah yang terus menerus memiliki sifat ma’ani. Jika disebutkan Allah
bersifat Qudrat (Kuasa),artinya secara
otomatis Allah adalah Dzat Yang Maha Kuasa dan akan tetap seperti itu tanpa ada batasnya.
B.
Sifat Jaiz Bagi Allah S.w.t.
Sifat jaiz Allah S.w.t.berarti sifat kebebasan Allah, yakni kebebasan yang
dimiliki-Nya sebagai Tuhan semesta alam. Sifat jaiz Allah S.w.t..ialah
kebebasan untuk berbuat sesuatu atau tidak berbuat sesuatu sesuai dengan
kehendak-Nya yang mutlak.
فِعْلُ كُلِّ مُمْكِن اَوْتَرْكُهُ
Artinya: ”Memperbuat segala seseuatu yang
mungkin terjadi atau tidak memperbuatnya. Firman Allah S.w.t. :
وَاللهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Artinya:”Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu” (Q.S. 2 Al Baqarah 284)
Berikut ini kebebasan-kebebasan mutlak yang
dimiliki Allah S.w.t..
a. Kebebasan untuk Mencipta atau Tidak Mencipta
Sesuatu
Allah S.w.t..berfirman
وَرَبُّكَ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَيَخْتَارُ مَا
كَانَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ سُبْحَانَ اللهِ وَتَعَالَى عَمَّا يُشْرِكُونَ
Artinya :”Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia
kehendaki dan memilihnya. Sekali-kali
tidak ada pilihan bagi mereka. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang
mereka persekutukan (dengan Dia) (Q.S. 28 Al Qashash 68)
Ayat di atas menjelaskan bahwa apa yang hendak
diocipta Allah S.w.t..tergantung pada kehendak-Nya semata. Dia memilih sesuatu
sesuai kehendak-Nya dan tidak ada pihak lain yang dapat mempengaruhi-Nya.
Makhluk tidak mempunyai wewenang untuk memilih
dan tidak dapat menolak kehendak Allah S.w.t. jika Allah menghendaki laki-laki,
jadilah laki-;laki, demikian pula sebaliknya. Manusia hanya diberi hak untuk
memohon kepada-Nya. Jika Allah S.w.t..mengabulkan, jadilah apa yang dikehendaki
manusia. Sebaliknya, jika Allah tidak menghendaki, apa pun yang diinginkan
manusia tidak akan terjadi.
Allah S.w.t..berfirman Q.S. 24 An Nuur 45:
ª!$#ur
t,n=y{
¨@ä.
7p/!#y
`ÏiB
&ä!$¨B
( Nåk÷]ÏJsù
`¨B
ÓÅ´ôJt
4n?tã
¾ÏmÏZôÜt/
Nåk÷]ÏBur
`¨B
ÓÅ´ôJt
4n?tã
Èû÷,s#ô_Í
Nåk÷]ÏBur
`¨B
ÓÅ´ôJt
#n?tã
8ìt/ör&
4 ß,è=øs
ª!$#
$tB
âä!$t±o
4 ¨bÎ)
©!$#
4n?tã
Èe@à2
&äóÓx«
ÖÏs%
ÇÍÎÈ
45. dan Allah telah menciptakan semua jenis
hewan dari air, Maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya
dan sebagian berjalan dengan dua kaki sedang sebagian (yang lain) berjalan
dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, Sesungguhnya
Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
b. Kebebasan untuk Mengatur Semua Makhluk Sesuai
yang Dia Kehendaki
Kebebasan Allah dalam mengatur semua makhluk
telah ditegaskan dalam firman-Nya yang sekaligus merupakan tuntunan doa bagi
kita. Firman Allah S.w.t.:
È@è% ¢Oßg¯=9$# y7Î=»tB Å7ù=ßJø9$# ÎA÷sè? ù=ßJø9$# `tB âä!$t±n@ äíÍ\s?ur ù=ßJø9$# `£JÏB âä!$t±n@ Ïèè?ur `tB âä!$t±n@ AÉè?ur `tB âä!$t±n@ ( x8ÏuÎ/ çöyø9$# ( y7¨RÎ) 4n?tã Èe@ä. &äóÓx« ÖÏs% ÇËÏÈ
Artinya:Katakanlah: "Wahai Tuhan Yang
mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan
kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang
yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan
orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di Tangan Engkaulah
segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.(Q.S. 3
Ali 'Imran 26)
Perhatikan bagan pembagian sifat-sifat Allah berikut :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar