A.
TAWAKKAL
Tawakal berasal dari wakala yang berarti menyerahkan, mempercayakan dan
mewakilkan urusan kita kepada orang lain. Dalam kaitan ini penyerahan tersebut
adalah kepada Allah SWT.Tujuannya, untuk mendapat kemashlahatan dan
menghilangkan kemudharatan.
Orang yang mempunyai sikap tawakal akan senantiasa bersyukur jika
mendapatkan suatu keberhasilan dari usahanya. Hal ini karena ia menyadari bahwa
keberhasilan itu di dapatkan atas izin dan kehendak Allah. Sementara itu, jika
mengalami kegagalan orang yang mempunyai sifat tawakal akan senantiasa merasa
ikhlas menerima keadaan tersebut tanpa merasa putus asa dan larut dalam
kesedihan karena ia menyadari bahwa segala keputusan allah pastilah terbaik.Sikap
tawakal harus di terapkan dalam kehidupan sehari-hari setiap muslim. Sikap
tawakal dalam kehidupan sehari-hari dicapai dengan motivasi sebagai berikut.
Ø Yakin bahwa
allah sebagai penguasa alam
semesta.
Ø Tahu
keutamaan dari sikap tawakal.
Ø Menyadari
bahwa manusia banyak kekurangan (yang sempurna hanyalah Allah ).
Dalam bertawakal hendaknya kita serahkan semuanya kepada allah SWT, hal
ini diperintahkan Allah dalam surat al-maidah ayat 23 sebagai berikut :
…. وَعَلَى اللَّهِ
فَتَوَكَّلُوا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ
Artinya : …. “dan hanya kepada allah hendaknya kamu bertawakkal jika
kamu benar-benar orang yang beriman (al-maidah ayat 23).
Tawakkal terbaik adalah seperti yang
dilakukan nabi Ibrahim a.s ketika ia dibakar oleh api Namrudz, nabi Ibrahim
saat itu berdzikir “hasbiya Allahu wa ni’mal wakiil” artinya: cukup
untukku Allah saja, Dia penolonh Terbaik. Imbasnya, Allah menolong secara
langsung nabi Ibrahim dengan berfirman pada api itu: Wahai api, jAdilah dingin,
dan selamatkanlah Ibrahim. Sebagaiamana firmanNya dalam Q.S. al-anbiya ayat 69
وَقُلْنَا يَا نَارُ كُوْنِي بَرْدًا وَسَلاَمًا عَلَى إِبْرَاهِيْمَ
“dan kami
berfirman :”hai api,jadilah dingin,dan selamatkan Ibrahim”
B.
IKHTIYAR
Ikhtiyar secara bahasa artinya
memilih. Secara istilah ikhtiar adalah usaha seorang hamba untuk memperoleh apa
yang di kehendakinya. orang yang berikhtiar berarti dia memilih suatu pekerjaan
kemudian dia melakukan pekerjaannya dengan sungguh-sungguh agar dapat berhasil
dan sukses. Dalam kata lain Ikhtiar
adalah berusaha untuk mencapai apa yang diinginkan, tidak berdiam diri dan berpangku tangan apa lagi lari dari kenyataan.
Dalil tentang ikhtiar dalam alquran
إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا
بِأَنْفُسِهِمْ
Artinya : … Sesungguhnya allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum
sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri … ( QS.
Ar-Ra’du 11 )
Sebagai seorang muslim di wajibkan
untuk senantiasa berikhtiar sekuat tenaga dan sekuat kemampuanya. setelah dia
berikhtiar maka dia harus menyerahkan segala usahanya kepada allah SWT.
Contoh-contoh ihktiar yang kita temui dalam kehidupan sehari-hari banyak
sekali karena Allah memberi kebebasan untuk manusia
berikhtiar dengan syarat tidak melanggar syariat allah SWT, contoh ikhtiar
seperti belajar dengan tekun agar mendapat nilai yang baik, seorang ayah
bekerja untuk mencukupi kebutuhan keluarganya, dan lain sebagainya.
Dalam firman Allah SWT:
فَإِذَا
قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ
وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Artinya : Apabila telah di tunaikan shalat, maka bertebarlah kamu di
muka bumi, dan carilah karunia allah dan ingatlah allah banyak-banyak supaya
kamu beruntung. ( QS. Al-Jumu’ah 10 )
Hikmah Tawakkal dan Ikhtiyar
1.
Menghilangkan
rasa malas, murung dan keluh kesah
2.
Menumbuhkan
harapan baru dalam hidup. Karena setiap dari satu usaha dapat menumbuhkan
sejuta harapan. Dan dengan banyak berusaha maka akan semakin banyak harapan
3.
Meninggikan
derajat kita dihadapan manusia dari Allah SWT
C. SABAR
Sabar merupakan sebuah istilah yang
berasal dari bahasa Arab, dan sudah menjadi istilah dalam bahasa Indonesia.Asal
katanya adalah "Shobaro", yang membentuk infinitif (masdar) menjadi
"shabran". Dari segi bahasa, sabar berarti menahan , mencegah atau
tabah. Sedangkan dari segi istilahnya, sabar adalah: Menahan diri dari sifat
kegundahan dan rasa emosi, kemudian menahan lisan dari keluh kesah serta
menahan anggota tubuh dari perbuatan yang tidak terarah.
Sabar merupakan salah satu ciri
mendasar orang yg bertaqwa.Sabar merupakan ikatan yg tak mungkin terpisah dari
keimanan, ikatan antara sabar dengan iman bagaikan kepala dengan jasadnya.
Jadi sabar di sini adalah suatu
kekuatan, daya positif yang mendorong jiwa untuk menunaikan suatu kewajiban.Dan
disamping itu pula bahwa sabar adalah suatu kekuatan yang menghalangi seseorang
untuk, melakukan kejahatan.
Sifat yang paling dilarang oleh Allah adalah sifat lemah dan juga
bersedih hati, oleh karena itu sifat tersebut adalah mempunyai arti tidak
sabar, sebab sifat itu sangat dilarang oleh Allah SWT.
Fiman Allah dalam al-quran:
وَاصْبِرُوا
إِنَّ اللهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
"Dan bersabarlah kalian, karena Allah beserta orang-orang yang
sabar". (QS. Al-Anfal : 46).
Seorang bisa dikatakan sabar apabila
dalam kehidupannya selalu memandang ke arah kemajuan (positif thinking) serta
memperkuat sabarnya dg iman dan meyakini kebenaran akan janji-janji Allah SWT.
Sebagaimana janjinya pd surah az-Zumar: 10
إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ
حِسَابٍ
”Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabar yg disempurnakan pahala mereka tanpa batas”. (QS. Az-zumar: 10)
Sabar berarti berhati lapang kuat
menderita berbagai cobaan dan pendadaran hidup, namun tidak berarti mudah patah
dan kehilangan pengharapan. Sebaliknya penuh keyakinan pengharapan dan berani
menerima apa yang tergelar di jagad raya ini.
D.
SYUKUR
Syukur adalah salah satu refleksi dari
sikap tawakal.Syukur ialah sesuatu yang menunjukkan kebaikan dan penyebarannya.
Sedangkan secara syar’i
syukur ialah memberikan pujian kepada
Allah dengan cara taat kepada-Nya, tunduk
dan berserah diri hanya kepada Allah SWT serta beramar makruf nahi
mungkar.
Allah berfirman dalam
Al-quran:
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ
لأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
“ Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya
jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu
mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".( Q.S
Ibrahim,14: 7)
Apabila manusia mau mensyukuri akan
nikmat Allah SWT., maka Allah akan menambah nikmat-Nya, dan apabila manusia itu
tidak mau berterima kasih kepada nikmat-Nya, maka sesungguhnya Allah akan
mencabut dan juga mengurangi nikmat dari manusia tersebut sebagai hukuman atas
kekufurannya.
Bersyukur itu terbagi
menjadi tiga bagian, yang diantaranya
Ø bersyukur
dengan lisan, maksudnya ialah mengakui segala kenikmatan yang telah diberikan
oleh Allah SWT. dengan sikap merendahkan diri.
Ø bersyukur
dengan badan, yakni Bersikap selalu sepakat serta melayani (mengabdi) kepada
Allah SWT.
Ø bersyukur
dengan hati, yaitu : Mengasingkan diri di hadapan Allah SWT. dengan cara
konsisten menjaga dzikir akan keagungan
dan kebesaran Allah SWT
Sering sekali kita sebagai manusia
lalai dalam mensyukuri nikmat Allah dan tidak menyadari bahwa nilai suatu
nikmat yang telah dianugerahkan Allah kepada dirinya. Maka dia baru terasa
apabila nikmat itu dicabut dari dirinya, maka dia barulah merasakan dan
menyadarinya, contohnya adalah nikmat berupa kesehatan jasmani dan juga
kesehatan rohani
Dalam firman Allah:
وَمَن شَكَرَ
فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ رَبِّي غَنِيٌّ كَرِيمٌ
Artinya: Barangsiapa yang bersyukur Maka Sesungguhnya Dia bersyukur
untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan Barangsiapa yang ingkar, Maka Sesungguhnya
Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia". (An-Naml ayat 40)
E.
QANA’AH
Qona’ah ialah menerima keputusan Allah SWT dengan
tidak mengeluh, merasa puas dan penuh keridhaan atas keputusan Allah SWT, serta
senantiasa tetap berusaha sampai batas maksimal kemampuannya. Dapat diartikan
pula Qanaah artinya merasa cukup terhadap pemberian rezeki dari Allah SWT.
Dengan sikap inilah maka jiwa akan menjadi tentram dan terjauh dari sifat
serakah atau tamak.
Qanaah bukan berarti diam berpangku
tangan dan bermalas-malasan tidak mau meningkatkan kesejahteraan hidup tapi
sesungguhnya orang yang qanaah adalah orang yang sangat kuat dan bersahaja, dia
giat berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkan yang dicitacitakan.Namun apabila
menemui kegagalan dia tidak pernah berpuus asa dan kecewa, bahkan ia selalu
sabar dan husnuzhan dengan keputusan Allah, karena dia punya keyakinan bahwa
dibalik semua peristiwa dalam hidup pasti ada hikmahnya. Dan beruntunglah
orangorang yang selalu merasa cukup dengan apa yang telah diberikan Allah
kepadanya. Firman Allah Q.S Huud,11 ayat 6
yang menjelaskan
وَمَامِن
دَآبَّةٍ فِي اْلأَرْضِ إِلاَّ عَلَى اللهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا
وَمُسْتَوْدَعَهَا
كُلٌّ فِي
كِتَابٍ مُّبِينٍ
“Dan tidak ada suatu binatang melata
pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya, dan Dia
mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. semuanya
tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh). (Q.S Huud,11 ayat 6)
Dari ayat di atas apa yang dapat kami ambil hikmahnya, bahwa Allah SWT
menjamin makhluk-Nya, sehingga sedapat mungkin kita meningkatkan sifat qona’ah
dan menghilangkan sifat tamak.
Dalam hadis rosulullah saw bersabda:
عن عبدالله
ابن عمر رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : قَدْ اَفْلَحَ مَنْ
اَسْلَمَ وَرُزِقَ كَفَافًا وَقَنَّعَهُ اللهُ بِمَا اَتَاهُ (رواه مسلم)
Artinya : “dari Abdillah bin Umar
r.a berkata Rosululloh SAW, “Sungguh beruntung orang yang masuk Islam mendapat
rizki secukupnya dan ia merasa cukup dengan apa yang telah Allah berikan
kepadanya.”(HR. Muslim)
Diantara beberapa contoh yang
mencerminkan sifat qanaah adalah sebagai berikut:
1.
Menerima dengan ikhlas setiap rezeki yang diberikan
Allah SWT.
2.
Senantiasa berpikir positif menerima ujian, cobaan,
kegagalan, bahkan nikmat dari Allah SWT.
3.
Bekerja keras dan tetap optimis.
4.
Tidak berlebih-lebihan artinya membelanjakan harta sesuai kebutuhan.
Hikmah Dari Sabar, Syukur
Dan Qana’ah
Syukur dan sabar adalah kunci bagi
meningkatnya keimanan akan Allah SWT dalam diri seseorang. Berbagai sarana
telah disediakan bagi tumbuhnya rasa syukur dan sabar dalam diri, seperti
bersikap menyerahkan segala sesuatu dan merasa ridha pada ketentuan Allah baik
kenikmatan ataupun ujian
Syukur dan sabar juga merupakan
sarana meningkatkan kualitas diri agar lebih berharga dalam pandangan Allah
SWT. Seseorang yang pandai bersyukur akan senantiasa bertahtakan kesabaran,
meski berada dalam ujian penderitaan.
Qonaah adalah salah satu kunci
kebahagiaan hidup, karena orang yang perilaku qonaah selalu berfikir positif
dalam menrima cobaan dan ujian dari Allah, dan selalu berusaha menjadi manusia
yang lebih baik di mata Allah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar